IHSG Berpeluang Rebound di Tengah Kekhawatiran Resesi AS
- 06 Agt 2024 10:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang kembali naik hari ini. Setelah anjlok pada Senin kemarin sebesar 3,4 persen atau 248 poin ke level 7.059
Penurunan tajam IHSG disertai dengan net sell asing (jual bersih) saham oleh investor asing sebesar Rp605,94 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BBCA, BBRI, TPIA, BREN, dan AKRA.
“Hari ini IHSG berpeluang rebound didukung rilis data ekonomi domestik yang masih solid. Pertumbuhan ekonomi 5,05 persen di triulan II-2024 lebih tinggi dari ekspektasi sebesar 5 persen," kata Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Karina Rusfidyawati, Selasa (6/8/2024).
Baca Juga : IHSG Anjlok hingga 248 Poin ke Level 7.059
Karina memperkirakan level support IHSG di 7.000-6.968. Sedangkan level resist berada di 7.120-7.200.
Pada Senin kemarin, bursa global mengalami penurunan tajam. Tak terkecuali bursa saham Amerika Serikat.
"Wall Street anjlok pada Senin karena Ada kekhawatiran Amerika Serikat akan terjerumus ke dalam resesi. Menyusul data ekonomi yang rendah minggu lalu menyebar ke pasar global," ucap Karina.
Dow Jones Industrial Average turun 2,69 persen, S&P 500 turun 3,04 persen dan Nasdaq Composite anjlok 3,51 persen. Bursa dari Asia hingga Eropa juga terpukul dan imbal hasil obligasi US Treasury merosot.
Para investor memburu aset safe haven (aset aman). Mereka bertaruh bahwa The Fed AS kini perlu memangkas suku bunga secara agresif untuk memacu pertumbuhan.
"Aksi jual saham berlangsung brutal. Kelompok saham Magnificent Seven - pendorong utama indeks ke rekor tertinggi - bersiap kehilangan nilai pasar gabungan sebesar USD1,3 triliun," ujar Karina.
Di bursa saham kawasan Asia-Pasifik Nikkei memimpin pelemahan, anjlok hingga 12,40 persen. Bursa Asia Pasifik kompak turun tajam merespon data pasar tenaga kerja AS yang sangat rendah mendorong potensi resesi.
Indeks Topix turun 12,23 persen, Hang Seng terkoreksi 1,46 persen dan bursa saham Singapura turun 4,22 persen. Indeks saham di Malaysia melemah 4,63 persen, bursa saham Australia, S&P/ASX 200 turun 3,70 persen.
Bursa Korea Selatan, KOSPI melemah 8,77 persen. Sedangkan bursa saham Taiwan dan Tiongkok turun masing-masing sebesar 1,54 persen dan 2,08 persen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....