Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Tak Mustahil bagi Indonesia
- 25 Jul 2024 18:47 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pertumbuhan ekonomi tinggi bukan hal yang mustahil bagi Indonesia. Ini berdasarkan pengalaman masa pandemi Covid-19, di mana pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen pada kuartal II 2021.
"Saat itu kita mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi dalam suatu kuartal," ujarnya di Jakarta, Kamis (25/7/2024). Menurut Menko, sekarang pertumbuhan ekonomi sudah mencapai 5 persen, sehingga sangat memungkinkan untuk lebih tinggi lagi.
Airlangga menegaskan pihaknya akan menjadikan Indonesia sebagai mesin pertumbuhan di kawasan Asia Tenggara pada 2025. "Sehingga, pertumbuhan ekonomi negara ini bisa mencapai 6 persen," ucapnya.
Menko menambahkan pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang luar biasa, karena seluruh dunia tidak memiliki referensi untuk penanganannya. Seluruh dunia saat itu menghadapi masalah kesehatan, kesejahteraan, rantai pasok industri, dan pertumbuhan ekonomi.
Namun, Airlangga mengakui jika Indonesia menangani pandemi Covid-19 dengan cara yang tidak biasa. Yakni dengan menerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) dan melebarkan defisit anggaran.
Menko juga menegaskan Kemenko Perekonomian memainkan peranan penting di level internasional. "Di level ASEAN kami meluncurkan Digital Economy Framework Agreement," ujarnya.
Menurut Airlangga, ini adalah pertama kalinya ada kesepakatan ekonomi digital di seluruh kawasan. Digital Economy Framework mendorong interoperability, data security, dan National Single Window yang terinterkoneksi dengan negara lain.
Dengan demikian, arus barang menjadi leluasa sebagai dorongan bagi UMKM untuk bertransaksi dengan mata uang lokal. "Ketergantungan pada mata uang asing dapat dikurangi, sehingga membantu pengendalian harga dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....