Pertamina Lubricants Olah Tiga Ton Sampah di Kampung Cemara
- 13 Agt 2026 00:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Pertamina Lubricants mendampingi warga Kampung Cemara mengolah tiga ton sampah organik setiap bulan.
- Warga Kampung Cemara mengelola berbagai program lingkungan berkelanjutan melalui kemitraan sosial perusahaan.
- Hasil penjualan pupuk organik memberikan tambahan pendapatan ekonomi untuk membiayai kegiatan sosial warga.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina Lubricants mendampingi warga Kampung Cemara mengolah tiga ton sampah organik setiap bulan secara mandiri. Insan pers memantau langsung keberhasilan program ekonomi sirkular berbasis lingkungan tersebut pada Selasa, 12 Agustus 2026.
Sinergi korporasi bersama masyarakat Koja berhasil memicu pertumbuhan inovasi pengelolaan limbah rumah tangga daerah perkotaan. Warga rutin mengumpulkan seluruh limbah dapur untuk diolah kembali menjadi produk pakan bernilai ekonomi tinggi.
Ketua Kelompok Pengelola Gang Hijau Cemara RW 01 Kelurahan Tugu Utara Dani Arwanto menyampaikan apresiasinya. Masyarakat pemukiman padat tersebut mengembangkan budidaya tanaman anggur hingga pembuatan pupuk organik bernilai komersial.
"Kami pengurus wilayah RW 01 Kelurahan Tugu Utara tentunya mengucapkan banyak terima kasih kepada PT Pertamina Lubricants yang sudah memberikan support untuk program yang ada di wilayah kami, yaitu Gang Hijau Cemara. Kami berkegiatan sejak tahun 2013 dan kami disupport sejak tahun 2022," kata Dani.
Dani menjelaskan bahwa volume limbah organik lingkungan pemukiman selalu dicatat secara teratur setiap bulan. Pengelolaan limbah secara terpadu dilaksanakan masyarakat lingkungan pemukiman guna memperkuat kelestarian ekosistem lokal setempat.
"Rata-rata untuk sampah itu kita kelola itu bisa sampai 3 ton lebih sih, ya. Untuk sampah anorganiknya lebih dari itu sih, seperti itu," ujar Dani.
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants (PTPL) Rika Gresia Wahyudi memaparkan peranan penting kemitraan sosial perusahaan. Warga mengoperasikan bengkel motor khusus yang melayani perawatan mesin kendaraan dengan pembayaran menggunakan sampah.
"Dan Kampung Cemara ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial lingkungan dari PT Pertamina Lubricants untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat," ucap Rika.
Dani menegaskan bahwa prinsip utama gerakan lingkungan warga difokuskan pada upaya pembinaan kepedulian sosial. Warga juga menyelenggarakan layanan pendidikan anak usia dini gratis bersyarat setoran limbah botol bekas.
"Kalau kami kan memang di sini pelebaran masyarakat gitu ya kan, kita sosial bukan perusahaan. Tentunya ini harus hati-hati karena kita menumbuhkan kepedulian," kata Dani.
Rika mengharapkan seluruh hasil olahan limbah masyarakat kelak dapat menjangkau pasar komersial secara luas. Penjualan produk pupuk organik kompos berkualitas tinggi berhasil membiayai operasional berbagai kegiatan sosial masyarakat.
"Harapannya memang ke depan, selain bisa digunakan sendiri, bisa memberikan manfaat komersial, bisa dikomersialkan, sehingga bisa menambah manfaat ekonomi yang untuk warga," ujar Rika.
Pemerintah kota setempat mengapresiasi model kemandirian ekonomi sirkular yang terbukti menyejahterakan warga pemukiman Koja. Pihak perusahaan berkomitmen mereplikasi kesuksesan program Kampung Cemara di seluruh wilayah operasionalnya secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....