Mendag Berikan Sertifikat Halal untuk Ratusan UMKM

  • 28 Mei 2024 16:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyerahkan sertifikat halal kepada 223 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Penyerahan sertifikasi ini sebagai upaya pemerintah dalam memajukan UMKM di Indonesia agar berdaya saing dan menembus pasar internasional.

“Kalau kita tidak bisa mengembangkan UMKM, maka konsumsi kita akan diserbu oleh barang-barang impor. Karenanya kita harus membantu UMKM agar dapar berkembang, memiliki produk yang bagus dan besertifikasi halal,” kata menteri yang akrab disapa Zulhas ini dalam acara penyerahan sertifikat halal UMKM di kantor Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu di kawasan Jakarta Timur, Selasa (28/5/2024)

Menurutna, UMKM bukan hanya harus mampu menguasai pasar dalam negeri, tetapi juga harus mampu menembus pasar internasional. Hal ini untuk mendukung Indonesia menjadi negara maju seperti Tiongkok, Jepang dan Korea Selatan.

“Jadi kata kuncinya adalah memperkuat UMKM. Karena itu keinginan pemerintah untuk memajukan UMKM bukan basa-basi, tapi sungguh-sungguh walaupun tidak mudah,” ucap Mendag.

Pelaku UMKM yang menerima sertifikat halal dari Kementerian Perdagangan sebangay 223 UMKM. Mereka berasal dari Jakarta, Depok dan Bogor, kebanyakan bergerak di bidang makanan atau kuliner.


Iin Wibisono, salah seorang pelaku UMKM produk perawatan kecantikan yang menerima sertifikat halal dari Kementerian Perdagangan. (Foto: RRI/Magdalena)

Salah seorang pelaku UMKM penerima sertifikat UMKM bernama Iin Wibisono, yang memproduksi produk perawatan kulit ber-merk ‘iumi’. Menurut Iin, ia harus mengikuti pendampingan selama tiga bulan untuk mendapatkan sertifikasi halal.

“Alhamdulillah, dari sisi kita sendiri dari awal memang ingin produknya halal. Konsumen juga merasa senang dan nyaman setelah tahu produknya sudah bersertifikat halal,” ujar Iin.

Menurutnya, yang sulit untuk mendapatkan sertifikat halal adalah memastikan bahan-bahan yang digunakan juga halal. Mulai dari produsen bahan bakunya, fasilitas produksi, pengangkutan, apalagi untuk kosmetik masih ada bahan baku yang harus impor.

Iin berharap usaha produk perawatan kulit yang dirintisnya sejak tahun 2018 semakin berkembang setelah mendapatkan sertfikat halal. Sejauh ini, Iin hanya memasarkan produknya melalui daring dan konsumennya ada yang berasal dari Malaysia, Singapura hingga Yordania.



Rekomendasi Berita