Mayoritas Penumpang Kereta Whoosh Pebisnis dan Wisatawan
- 17 Nov 2023 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi mengapresiasi perkembangan Kereta Cepat Whoosh. Ia menyebutkan, 70 persen penumpang menggunakan Kereta Cepat Whoosh merupakan pebisnis dan wisatawan.
“Sampai dengan 14 November 2023 sebanyak 352 ribu orang telah melakukan perjalanan Jakarta-Bandung sejak Kereta Cepat Whoosh beroperasi secara komersial,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (17/11/2023). Dwiyana mengatakan itu dalam World Railway Cooperation and Development Forum di Tiongkok.
Menurutnya, hal ini menunjukkan Whoosh telah menjadi salah satu pilihan moda transportasi penting dalam mobilitas masyarakat. Berdasarkan survei yang dilakukan kepada penumpang, 53 persen responden menggunakan Whoosh untuk berlibur, 23 persen untuk urusan bisnis.
Sisanya adalah mereka yang menggunakan Whoosh untuk kegiatan pendidikan, komuter, dan lainnya. “Ini menunjukkan, kehadiran Whoosh mendukung peningkatan perekonomian melalui tingginya masyarakat yang berlibur dan menggunakannya untuk kepentingan pekerjaan,” ujarnya.
Sebanyak 48 persen responden sebelumnya merupakan pengguna kendaraan pribadi. Lalu 23 persen merupakan pengguna kendaraan Bus atau travel, dan sisanya merupakan pengguna kereta api konvensional.
Ia menilai, hal ini menunjukkan mulai ada pergeseran penggunaan transportasi pribadi ke transportasi massal. Sebab, kereta cepat Whoosh nyaman dan dapat diandalkan.
“Dari data tersebut dapat dilihat bahawa Whoosh mulai memberikan kontribusi. Utamanya dalam upaya pengurangan polusi udara dan kemacetan di jalan raya,” ucapnya.
Dwiyana menyebutkan jumlah perjalanan harian terus bertambah seiring besarnya minat masyarakat untuk beralih menggunakan Whoosh. Dari awalnya 14, 18, 22, 25, 28, 32, hingga saat ini mencapai 36 perjalanan per hari.
Ia menekankan, Kehadiran KCIC di ajang ini merupakan kesempatan besar untuk menunjukkan bahwa Indonesia kini telah setara dengan negara-negara lain. Kereta Cepat Whoosh mulai menjadi suatu budaya baru di Indonesia untuk melakukan mobilitas di antara Jakarta dan Bandung.
"Kereta Cepat hadir di Indonesia untuk meningkatkan perekonomian dan mempermudah masyarakat dalam bertransportasi. Kecepatan, kenyamanan, dan keamanan yang ditawarkan menjadi keunggulan ditawarkan dari kehadiran kereta cepat pertama di Asia Tenggara ini," katanya.