Menko Airlangga: Ekonomi Hijau Jadi Sumber Baru Pertumbuhan
- 27 Sep 2023 02:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Ekonomi hijau mampu menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.
“Fundamental yang baik ini menjadi modal bagi Indonesia untuk mendorong ekonomi hijau. Sebagai sumber baru pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan,” kata Menko Airlangga, Selasa (26/9/2023).
Ia menjelaskan, Indonesia telah meningkatkan komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) target penurunan emisi dari 29 persen menjadi 31,89 persen dengan usaha sendiri. Ini dari 41 persen menjadi 43,20 persen dengan bantuan internasional pada 2030.
"Enhanced NDC diselaraskan dengan Strategi Jangka Panjang Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim 2050. Serta visi untuk mencapai net zero emissions pada tahun 2060," ujarnya.
Pencapaian visi tersebut memerlukan kolaborasi yang kuat oleh berbagai pemangku kepentingan dan diperlukan peningkatan akses terhadap solusi keuangan dan teknologi. Oleh karena itu, Indonesia memperkuat kolaborasi sektor swasta dan mendorong pembiayaan yang kreatif dan inovatif.
"Tentu dengan membentuk Sovereign Wealth Fund-INA, Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), dan SDG Indonesia One untuk meraih dan membuka proyek investasi. Terutama di sektor energi, pertanian, transportasi, dan lingkungan hidup," ucapnya..
Sementara itu, Menko Airlangga menilai APBN juga memprioritaskan proyek-proyek untuk mengatasi perubahan iklim dan mendorong kegiatan ramah iklim. Untuk memastikannya, pemerintah menerapkan mekanisme Climate Budget Tagging di tingkat nasional dan daerah yang mampu melacak alokasi anggaran perubahan iklim dan menyajikan data kegiatan dan hasilnya.
Indonesia juga telah mengeluarkan kebijakan penetapan harga karbon melalui perdagangan karbon. Ini tertuang dalam aturan pajak karbon melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon.
“Tadi pagi Presiden Joko Widodo meluncurkan Bursa Karbon Indonesia yang diawasi oleh OJK melalui Bursa Efek Indonesia. Dan ini merupakan terobosan bagi bursa karbon yang sifatnya voluntarily,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....