Investasi Rp776 Miliar, Hilirisasi Kelapa di Morowali Siap Serap 2.900 Tenaga Kerja
- 08 Sep 2026 19:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Freenow Food Industry menyiapkan investasi Rp776 miliar untuk pengembangan industri kelapa terintegrasi di Morowali.
- Industri tersebut ditargetkan menyerap hampir 2.900 tenaga kerja dan melibatkan hingga 10.000 petani serta masyarakat.
- Hilirisasi kelapa mencakup pengolahan daging, air, tempurung, dan sabut menjadi produk bernilai tambah.
RRI.CO.ID, Morowali - Pemerintah memperluas program hilirisasi ke sektor perkebunan melalui pengembangan industri pengolahan kelapa di Morowali. PT Freenow Food Industry menyiapkan investasi sekitar Rp776 miliar untuk membangun industri kelapa terintegrasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, mengatakan investasi tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa nasional. Selain memperkuat industri pengolahan, investasi ini diharapkan membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terealisasinya investasi Zhejiang FreeNow Food Cooperation di Indonesia. Investasi ini merupakan langkah penting dalam mendorong hilirisasi komoditas kelapa nasional,” ujar Menteri Rosan saat peresmian operasional PT Freenow Food Industry di IHIP Morowali, Sulawesi Tengah, Senin, 7 September 2026.
PT Freenow Food Industry akan mengembangkan industri pengolahan kelapa secara terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir. Investasi sekitar Rp776 miliar atau setara USD47 juta tersebut akan direalisasikan dalam tiga tahap.
Pada tahap awal, perusahaan akan memproduksi santan, air kelapa konsentrat, minyak kelapa, dan arang tempurung. Selanjutnya, perusahaan akan mengembangkan produk bernilai tambah seperti susu kelapa dan minuman siap saji untuk pasar ekspor.
Industri tersebut juga dirancang untuk memanfaatkan hampir seluruh bagian kelapa. Mulai dari daging, air, tempurung, hingga sabut kelapa akan diolah menjadi berbagai produk.
Pada tahap pertama, PT Freenow Food Industry ditargetkan menyerap sekitar 184 ribu ton kelapa setiap tahun. Pengembangan industri tersebut juga diproyeksikan membuka lapangan kerja bagi hampir 2.900 tenaga kerja.
Ketika beroperasi penuh, kebutuhan bahan baku diperkirakan mencapai setara 500 juta butir kelapa setiap tahun. Ekosistem industri tersebut juga ditargetkan melibatkan hingga 10.000 petani dan masyarakat.
Pemerintah mendorong keterlibatan petani dalam rantai industri melalui kepastian pembelian hasil dengan harga yang adil. Dukungan peremajaan kebun rakyat serta keterlibatan UMKM dan pemasok lokal juga disiapkan.
Langkah tersebut diharapkan membuat manfaat hilirisasi tidak hanya dirasakan perusahaan pengolahan. Petani, UMKM, dan pemasok lokal juga dapat memperoleh peluang ekonomi dari berkembangnya industri kelapa.
Rosan juga menyatakan pemerintah membuka peluang bagi Zhenshi Holding Group untuk menambah investasinya di Indonesia. Peluang tersebut tidak hanya mencakup sektor yang telah berjalan, tetapi juga sektor strategis lainnya.
“Kami membuka ruang yang luas bagi Zhenshi Holding Group untuk meningkatkan dan menambah investasi di Indonesia. Tidak hanya di sektor yang telah berjalan tetapi juga di berbagai sektor strategis lainnya yang memiliki potensi besar,” ujar Menteri Rosan.
Peresmian operasional PT Freenow Food Industry berlangsung di Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Kehadiran industri tersebut diharapkan memperkuat rantai nilai komoditas kelapa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Pemerintah juga berkomitmen memberikan kepastian dan kemudahan berusaha bagi investor. Pengawalan realisasi investasi dilakukan agar program hilirisasi memberikan manfaat optimal bagi perekonomian dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....