Kementerian Perdagangan Optimistis Ulos Mampu Bersaing di Pasar Dunia

  • 29 Jul 2026 17:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menekankan bahwa Ulos memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan industri fesyen Indonesia di pasar internasional.
  • Warisan budaya Ulos tidak hanya perlu dilestarikan tetapi juga dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi tinggi untuk meningkatkan daya saing global.
  • BTN Indonesia Fashion Week 2026 mengusung tema 'Ulos Simetria' dengan Provinsi Sumatera Utara sebagai Official Theme, mencerminkan komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri kreatif berbasis budaya lokal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan Ulos memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan industri fesyen Indonesia di pasar internasional. Menurutnya, warisan budaya tersebut tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Hal itu disampaikan Roro saat membuka BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu, 29 Juli 2026. Tahun ini, IFW mengusung tema ‘Ulos Simetria’ dengan Provinsi Sumatera Utara sebagai Official Theme.

Roro mengatakan Ulos bukan sekadar kain adat yang dikenakan dalam berbagai upacara masyarakat Batak. Lebih dari itu, Ulos menjadi simbol doa, ikatan kasih sayang, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Tema Ulos Simetria yang merefleksikan identitas, keseimbangan, dan masa depan industri fashion Indonesia. Ulos bukan hanya selembar kain yang dikenakan dalam berbagai upacara adat tetapi juga simbol doa, ikatan kasih dan kearifan lokal yang diwariskan” ujar Roro dalam sambutannya di IFW 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, tema Ulos Simetria menggambarkan keseimbangan antara pelestarian budaya dan inovasi. Tema tersebut juga menjadi pesan bahwa warisan budaya dapat terus berkembang tanpa kehilangan nilai yang dimilikinya.

"Ketika Ulos dipadukan dengan konsep Simetria atau keseimbangan, tema ini menyampaikan pesan penting bagi industri fashion Indonesia. Bagaimana menjaga warisan budaya tetap relevan melalui inovasi, mengembangkan nilai budaya menjadi produk bernilai tinggi, serta mengangkat kearifan lokal Sumatera Utara," katanya.

Ia menilai kekayaan wastra Nusantara merupakan kekuatan utama industri fesyen Indonesia. Potensi tersebut juga membuka peluang besar bagi produk lokal untuk menembus pasar ekspor.

Karena itu, Kemendag terus memperluas akses pasar internasional melalui jaringan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC). Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk-produk Indonesia, termasuk fesyen, kepada pasar dunia.

"Kami bekerja keras di Kementerian Perdagangan untuk melakukan perluasan pasar internasional. Melalui adanya perwakilan di 32 negara di seluruh dunia, baik dalam bentuk Atase Perdagangan maupun Indonesia Trade Promotion Center," ujarnya.

Selain itu, Kemendag juga menjalankan program ‘UMKM Bisa Ekspor’ untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari berbagai negara. Program itu dilakukan melalui kegiatan pitching dan business matching.

Roro menyebut selama Januari hingga Juni 2026, Kemendag telah menggelar 424 kegiatan pitching dan business matching. Kegiatan tersebut diikuti 1.148 pelaku usaha dengan potensi transaksi mencapai 251,34 juta dolar Amerika Serikat.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, desainer, pengrajin, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat. Dengan sinergi tersebut, fesyen Indonesia diyakini akan semakin dikenal di pasar internasional.

"Kami berharap fashion Indonesia semakin mendunia, semakin dikenal di pasar internasional dan bisa dinikmati baik dari segi kearifannya, keindahannya, maupun cerita yang tersimpan di setiap desain dan detail kain," ucapnya.

Di akhir sambutannya, Roro menilai fesyen merupakan salah satu bentuk komunikasi budaya. Menurutnya, setiap karya fesyen Indonesia mampu memperkenalkan identitas bangsa sekaligus menjadi sarana diplomasi kepada masyarakat dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....