Komisi XII DPR Apresiasi Kontribusi Freeport bagi Pembangunan Masyarakat Papua

  • 16 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Komisi XII DPR RI mengapresiasi kontribusi PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mendorong pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Papua melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
  • Kontribusi Freeport kepada negara diperkirakan mencapai USD2,6 miliar dolar AS pada 2026 dan meningkat menjadi USD4,7 miliar pada 2027, dengan proyeksi lebih dari USD7 miliar per tahun saat operasi tambang kembali normal.
  • Legislator Arif Riyanto Uopdana menilai komitmen investasi lanjutan Freeport sebesar 12 persen bersama pemerintah menjadi langkah penting untuk menjamin keberlanjutan operasional perusahaan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi XII DPR RI mengapresiasi kontribusi PT Freeport Indonesia (PTFI) dalam mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Papua. Khususnya, melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).

Keberadaan anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID selama puluhan tahun di Papua itu dinilai telah memberikan manfaat bagi negara. Sekaligus, mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Anggota Komisi XII DPR RI Arif Riyanto Uopdana mengatakan Freeport menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap Indonesia. Terutama, melalui investasi tambang dan keberlanjutan operasional perusahaan.

"Saya apresiasi karena telah terjadi kesepakatan investasi kembali sebesar 12 persen bersama pemerintah Indonesia. Ini menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia, di mana izin usahanya diperpanjang sesuai usia cadangan," kata Arif, Selasa, 14 Juli 2026, dalam rapat dengar pendapat bersama PT Freeport Indonesia.

Menurut dia, kepastian investasi tersebut akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional. Sekaligus, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Alfons Manibui. Ia menyebut Freeport telah memberikan kontribusi signifikan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat di Papua.

"Kami ingin berterima kasih kepada Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan," kata Alfons.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Irsan Sosiawan Gading menilai peningkatan kinerja perusahaan perlu diimbangi dengan penguatan program pemberdayaan masyarakat di sekitar area tambang. Menurutnya, manfaat kehadiran perusahaan harus semakin dirasakan masyarakat lokal melalui program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.

PT Freeport Indonesia tercatat sebagai salah satu kontributor terbesar penerimaan negara melalui pajak, dividen, royalti, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pada 2026, kontribusi perusahaan diperkirakan mencapai sekitar USD2,6 miliar dan meningkat menjadi sekitar USD4,7 miliar pada 2027.

Setelah operasi tambang kembali normal, kontribusinya diproyeksikan melampaui USD7 miliar atau sekitar Rp120 triliun per tahun. Selain kontribusi fiskal, Freeport juga mengalokasikan sekitar USD100 juta setiap tahun untuk program pengembangan masyarakat di Papua.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan kapasitas masyarakat adat. Serta, peningkatan layanan publik di sekitar wilayah operasional perusahaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....