Kemenko Pangan-Bayer Perkuat Ketahanan Pangan lewat Inovasi Benih Jagung Hibrida

  • 07 Jul 2026 13:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Ponorogo - Bayer Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan inovasi benih jagung hibrida. Langkah tersebut ditunjukkan melalui panen raya jagung yang digelar di Desa Pijeran, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Senin, 6!Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi contoh kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan petani dalam meningkatkan produktivitas pertanian nasional. Upaya itu dinilai penting untuk mendukung percepatan pencapaian target swasembada jagung di Indonesia.

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, peningkatan produktivitas menjadi kunci penguatan ketahanan pangan nasional. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dan inovasi pertanian perlu terus didorong di tengah keterbatasan lahan.

"Penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya melalui perluasan lahan tanam, tetapi juga peningkatan produktivitas. Kolaborasi pemerintah, petani, dan sektor swasta menjadi contoh nyata pengembangan pertanian berbasis inovasi," ujarnya.

Data menunjukkan produksi jagung nasional terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Januari 2026, produksi jagung pipilan kering diperkirakan mencapai 1,38 juta ton atau naik 11,09 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Sebagai salah satu sentra produksi jagung di Jawa Timur, Ponorogo memiliki potensi besar mendukung ketahanan pangan nasional. Daerah tersebut mencatat luas panen sekitar 39.046 hektare dengan produksi mencapai 284.242 ton sepanjang 2025.

Pelaksana Tugas Bupati Ponorogo, Lisdyarita, mengatakan daerahnya terus memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Menurutnya, inovasi dan teknologi menjadi langkah penting agar petani mampu meningkatkan hasil panen.

"Pemanfaatan teknologi pertanian akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung target swasembada jagung nasional. Kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar pertanian semakin maju dan berkelanjutan," kata Lisdyarita.

Bayer Indonesia memperkenalkan benih jagung hibrida Dekalb DK19C yang memiliki potensi hasil mencapai 10 hingga 12 ton per hektare. Evaluasi teknis di Ponorogo juga menunjukkan performa agronomi yang baik serta efisiensi dalam biaya produksi.

Agriculture Affairs and License to Operate Lead Bayer Crop Science Indonesia, Aditia Rusmawan, mengatakan inovasi pertanian harus memberikan manfaat nyata bagi petani. Menurutnya, teknologi benih jagung hibrida diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

"Dekalb menunjukkan bagaimana inovasi berbasis sains dapat diterapkan secara nyata untuk mendorong pertanian jagung yang lebih maju. Kami ingin membantu petani memperoleh hasil panen yang lebih tinggi dan bernilai ekonomi lebih baik," ujar Aditia.

Petani jagung asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Miswanto, mengaku merasakan manfaat penggunaan benih jagung hibrida tersebut. Ia menilai pertumbuhan tanaman menjadi lebih seragam dan hasil panen meningkat dibandingkan sebelumnya.

Kolaborasi antara pemerintah, pemerintah daerah, Bayer, dan petani dinilai menjadi fondasi penting membangun pertanian berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat terwujudnya swasembada jagung nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....