Dukung Ekonomi Desa dan Aset Digital, JAM Coin Resmi Diluncurkan

  • 12 Jun 2026 08:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - JAM Coin resmi diluncurkan melalui acara bertajuk Just A Move Begins di Hotel Aston Serang, Banten, Rabu (10/6/2026). Peluncuran JAM Coin menjadi langkah awal pengembangan ekosistem aset digital yang mengintegrasikan teknologi blockchain dengan sektor ekonomi riil.

CEO JAM Andre Arthur mengatakan, JAM Coin tidak hanya ditujukan sebagai aset digital yang diperdagangkan, tetapi juga memiliki fungsi nyata sebagai alat transaksi. “Di dalam ekosistem JAM terdapat berbagai fitur dan layanan premium yang menggunakan JAM Coin sebagai alat transaksi," ujar Andre.

"Karena itu, token ini tidak hanya memiliki nilai perdagangan, tetapi juga utilitas yang dapat dirasakan langsung oleh penggunanya,” ujarnya. Menurut Andre, pengembangan JAM Coin didukung integrasi berbagai unit usaha yang menjadi fondasi ekosistem sehingga diharapkan mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat.

Dukungan terhadap JAM Coin juga datang dari pelaku industri aset digital nasional, salah satunya Mobee Exchange yang menjadi mitra perdagangan aset digital dalam proyek tersebut. Head of Business Development Mobee Exchange Hery Hermawan menilai, meningkatnya jumlah investor aset digital di Indonesia menjadi peluang besar bagi hadirnya utility token dengan manfaat langsung dalam aktivitas ekonomi.

“Jumlah investor kripto di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai sekitar 21 juta orang. Angka tersebut bahkan telah melampaui jumlah investor pasar saham," ucap Hery.

Ia menambahkan, investor saat ini tidak hanya melihat aset digital sebagai instrumen investasi. Tetapi juga sebagai bagian dari sistem transaksi yang memberikan nilai tambah dalam kehidupan sehari-hari.

Vice President GudangKripto Alexander Pattiasina menyampaikan, JAM Coin memiliki keunggulan karena dibangun dengan model bisnis yang jelas serta didukung ekosistem usaha sebagai fondasi pengembangannya. “Investor tentu melihat potensi keuntungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah adanya fundamental kuat dan arah pengembangan terukur," katanya.

Selain mengembangkan teknologi digital, JAM Coin juga menargetkan kontribusi terhadap sektor ekonomi produktif melalui program pemberdayaan masyarakat berbasis koperasi. Penggagas sekaligus Komisaris JAM Coin Johan Aripin Muba mengatakan, pihaknya tengah membangun jaringan koperasi melalui program JAM Center Indonesia yang menjadi penghubung teknologi digital dengan penguatan ekonomi desa.

“JAM Coin dirancang tumbuh seiring aktivitas ekonomi masyarakat. Semakin besar produktivitas dalam ekosistem, semakin besar pula nilai yang dapat dibangun bersama,” kata Johan yang juga Ketua Dewan Pakar Apdesi Merah Putih.

Menurut Johan, pengembangan koperasi berbasis desa diarahkan mendukung sektor peternakan dan ketahanan pangan nasional melalui penyediaan sarana. Serta penguatan distribusi hasil produksi, serta peningkatan produktivitas masyarakat desa.

“JAM Coin akan mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi desa produktif, mulai dari penyediaan sarana peternakan hingga penguatan rantai distribusi hasil produksi. Harapannya, program ini mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.

Johan menambahkan, JAM Coin dibangun dengan visi jangka panjang sebagai jembatan antara ekonomi digital dan ekonomi riil. “Kami percaya masa depan aset digital tidak hanya ditentukan oleh aktivitas perdagangan, tetapi juga seberapa besar manfaat yang bisa dihadirkan bagi masyarakat," kata Johan yang juga Ketua Harian Perbakin Provinsi Banten.

Peluncuran JAM Coin diharapkan mendorong percepatan adopsi teknologi blockchain dan aset digital di Indonesia melalui pendekatan inklusif, produktif, serta terintegrasi dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Informasi pengembangan ekosistem JAM Coin dapat diakses melalui situs resmi coin.jamindonesia.com.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....