Perkuat Rupiah dari Dalam Negeri, Masyarakat Diajak Utamakan Produk Lokal
- 08 Jun 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kontribusi Publik: Perubahan perilaku konsumsi masyarakat melalui gerakan cinta rupiah efektif membantu stabilitas cadangan devisa.
- Potensi Domestik: Pengalihan agenda wisata ke destinasi lokal dan penggunaan produk dalam negeri dapat memperbaiki neraca jasa.
- Edukasi Finansial: Masyarakat diimbau melakukan diversifikasi aset secara bijak dan tidak terpengaruh oleh isu penarikan dana massal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Peran aktif masyarakat menjadi salah satu pilar krusial dalam mendukung stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian global. Melalui gerakan kolektif, publik dapat berkontribusi langsung memperkuat cadangan devisa dan menekan ketergantungan terhadap dolar AS.
Ekonom Universitas Indonesia, Prof. Telisa Aulia Falianty, mengajak masyarakat untuk mengutamakan aktivitas pariwisata domestik guna memperbaiki kinerja neraca jasa. Selain itu, perilaku konsumsi produk lokal perlu ditingkatkan guna mengurangi permintaan terhadap barang-barang impor.
"Pengusaha-pengusaha yang punya banyak dolar di luar itu bisa menaruh di Indonesia, itulah pahlawan devisa," ujar Telisa dalam wawancara program Indonesia Menyapa yang dilansir dari Youtube RRI Pro3, Senin, 8 Juni 2026. Penempatan dana di dalam negeri oleh para pelaku usaha lokal dipandang sebagai kontribusi nyata bagi ketahanan moneter.
Langkah bersama ini juga didukung oleh penguatan kerja sama transaksi menggunakan mata uang lokal (Local Currency Settlement). Strategi tersebut efektif mengurangi tekanan terhadap kebutuhan mata uang dolar AS dalam perdagangan internasional.
Di tingkat rumah tangga, masyarakat diimbau untuk lebih cermat dalam mengelola pengeluaran dan menunda belanja non-prioritas. Pengelolaan keuangan yang disiplin menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga.
Masyarakat juga diharapkan tetap tenang serta tidak berspekulasi berlebihan yang dapat memicu kepanikan sistemik di sektor perbankan. Publik diminta menyaring informasi dengan bijak dan tidak melakukan aksi penarikan dana massal (banking rush).
"Jangan melakukan banking rus, karena nanti itu akan jelek untuk kita sendiri," pesan Telisa menutup penjelasannya. Dengan menjaga literasi finansial yang baik, masyarakat dapat membantu pemerintah melewati dinamika ekonomi global ini dengan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....