Ditopang Perdagangan Internasional, Arus Peti Kemas Nasional Naik
- 29 Mei 2026 17:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sepanjang 2025 hingga 2026, pemerintah bersama BUMN kepelabuhanan juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi fasilitas di 74 lokasi pelabuhan
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mencatat arus peti kemas mencapai 6,42 juta TEUs hingga April 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pelabuhan Indonesia mencatat arus peti kemas nasional mencapai 6,42 juta TEUs. Jumlah itu meningkat sekitar tujuh persen dibanding tahun lalu.
Pada periode sama 2025, arus peti kemas tercatat sebesar 5,99 juta TEUs. Kenaikan dinilai mencerminkan aktivitas perdagangan nasional tetap bergerak positif.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menyebut pertumbuhan ditopang perdagangan internasional. Segmen ekspor dan impor tumbuh lebih tinggi dibanding domestik.
“Pertumbuhan internasional meningkat sekitar 11 persen sepanjang awal tahun ini. Ekspor tumbuh 10 persen dan impor naik 12 persen,” ujar Achmad dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurut Achmad, kondisi itu menunjukkan daya tahan perdagangan Indonesia masih cukup kuat. Aktivitas ekonomi tetap bergerak di tengah tekanan ekonomi global.
Pelindo mencatat kawasan intra-Asia masih menjadi penopang utama perdagangan nasional Indonesia. Tiongkok dan ASEAN mendominasi aktivitas ekspor serta impor nasional.
Ekspor komoditas peti kemas mengalami pertumbuhan pada sejumlah sektor industri strategis. Produk kimia, mesin mekanis, dan perlengkapan elektrik mengalami kenaikan signifikan.
Dari sisi impor, peningkatan terbesar terjadi pada barang modal dan komponen industri. Mesin mekanis dan produk kimia mencatat pertumbuhan impor tertinggi tahun ini.
Kondisi tersebut dinilai mencerminkan tingginya aktivitas investasi dan hilirisasi industri nasional. Kebutuhan industri terhadap bahan baku dan mesin terus meningkat.
Pertumbuhan arus peti kemas juga terjadi di pelabuhan utama Indonesia. Aktivitas ekspor-impor meningkat di Tanjung Priok, Tanjung Emas, dan Tanjung Perak.
Distribusi domestik menuju kawasan timur Indonesia juga mengalami peningkatan sepanjang awal 2026. Pelabuhan Makassar mencatat pertumbuhan distribusi sekitar tujuh persen.
Peningkatan distribusi ditopang pengiriman komoditas pertanian seperti beras dan jagung. Aktivitas logistik kawasan timur dinilai semakin berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Dirjen Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, memastikan penguatan layanan pelabuhan terus dilakukan. Pemerintah mempercepat pembangunan terminal peti kemas nasional.
“Pemerintah terus mengevaluasi standar bongkar muat dan layanan pelabuhan nasional. Langkah itu penting menjaga kualitas layanan logistik,” kata Masyhud.
Pemerintah dan BUMN kepelabuhanan membangun fasilitas di 74 lokasi pelabuhan nasional. Pengembangan meliputi digitalisasi layanan dan modernisasi alat bongkar muat.
Penguatan infrastruktur dinilai penting menjaga kelancaran rantai pasok nasional Indonesia. Langkah itu juga menopang pertumbuhan perdagangan intra-Asia dan investasi industri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....