Kemendag Ajak Pelaku Usaha Ambil Peluang Ekspor ke Arab Saudi
- 21 Mei 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemendag mengajak pelaku usaha memanfaatkan peluang ekspor nonmigas ke Arab Saudi melalui Saudi Vision 2030.
- Produk halal, modest fashion, furnitur, dan bahan bangunan dinilai memiliki potensi besar di pasar Arab Saudi.
- Perwakilan perdagangan RI siap memfasilitasi business matching pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi.
RRI.CO.ID, Riyadh - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengajak pelaku usaha Indonesia meningkatkan ekspor produk nonmigas ke Arab Saudi. Upaya tersebut dilakukan untuk memanfaatkan peluang dari transformasi ekonomi melalui Saudi Vision 2030.
Kemendag menilai pasar Arab Saudi memiliki potensi besar bagi produk Indonesia. Pemerintah juga mendorong peningkatan kehadiran produk nasional di pasar Timur Tengah.
“Kebijakan transformasi ekonomi Arab Saudi akan mengurangi ketergantungan terhadap sektor minyak dan gas. Perubahan struktur ekonomi Arab Saudi akan turut memperluas ruang masuk produk Indonesia ke pasar negara tersebut melalui peningkatan permintaan,” kata Atase Perdagangan Republik Indonesia (Atdag RI) Riyadh Zulvri dalam keterangan yang dikutip RRI, Kamis, 21 Mei 2026.
Laporan Strategic Management Office-Council of Economic and Development Affairs menyebut capaian transformasi Saudi Vision 2030 telah mencapai 93 persen pada 2025. Pemerintah Arab Saudi memantau perkembangan program tersebut melalui sejumlah indikator utama dan subindikator.
Zulvri mengatakan sektor makanan dan minuman halal memiliki peluang pertumbuhan di pasar Arab Saudi. Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan religi dan jamaah umrah turut meningkatkan permintaan barang konsumsi.
Zulvri mengatakan perwakilan perdagangan RI siap menjembatani penjajakan bisnis antara pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung perluasan pasar ekspor produk Indonesia.
“Pasar Arab Saudi saat ini sangat potensial bagi produk Indonesia. Untuk memaksimalkan peluang ini, perwakilan perdagangan di Arab Saudi siap memfasilitasi business matching pelaku usaha Indonesia dan Arab Saudi,” ujar Zulvri.
Zulvri mengatakan jumlah jamaah umrah internasional di Arab Saudi mencapai 18,03 juta orang pada 2025. Kondisi tersebut diperkirakan meningkatkan permintaan makanan siap saji, perlengkapan ibadah, dan produk konsumsi lainnya.
Zulvri mengatakan Indonesia juga menghadapi persaingan dari sesama negara ASEAN dalam pasar produk halal di Arab Saudi. Malaysia, Thailand, dan Vietnam disebut menjadi kompetitor utama Indonesia di kawasan tersebut.
“Indonesia memiliki peluang besar menjadi pemasok utama produk halal di Arab Saudi. Namun memiliki kompetitor sesama negara anggota ASEAN terutama Malaysia, Thailand, dan Vietnam ” ucap Zulvri.
Zulvri mengatakan tingkat partisipasi perempuan dalam dunia kerja di Arab Saudi mencapai 35 persen. Kondisi tersebut membuka peluang pasar bagi produk perawatan kulit, modest fashion, dan layanan profesional untuk perempuan.
Pembangunan kota pintar dan kawasan industri di Arab Saudi juga membuka peluang bagi produk industri Indonesia. Permintaan furnitur kayu, dekorasi interior, dan bahan bangunan diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan sektor properti.
Pada Januari hingga Maret 2026, total perdagangan Indonesia dan Arab Saudi tercatat sebesar USD1,35 miliar. Nilai ekspor Indonesia ke Arab Saudi mencapai USD527,40 juta.
Ekspor utama Indonesia meliputi kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewani atau nabati, kapal laut, makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara impor dari Arab Saudi didominasi garam, belerang, plastik, bahan kimia organik, dan buah-buahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....