Hilirisasi Tembaga dan Emas di Gresik Buka Ribuan Lapangan Kerja Baru

  • 15 Mei 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Proyek hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di KEK JIIPE Gresik diproyeksikan menyerap hingga 7.500 tenaga kerja.
  • Proyek merupakan hasil sinergi sejumlah BUMN strategis, yakni MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, Pindad, dan Pelindo.
  • Fasilitas yang dibangun meliputi produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10 ribu ton per tahun serta pabrik emas logam mulia berkapasitas 30 ton per tahun.

RRI.CO.ID, Gresik - Proyek hilirisasi tembaga dan emas terintegrasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE Gresik diproyeksikan mampu menyerap hingga 7.500 tenaga kerja. Proyek ini menjadi bagian dari penguatan industri hilir nasional berbasis sumber daya mineral bernilai tambah.

Peletakan batu pertama proyek dilakukan dalam seremoni hilirisasi nasional tahap II yang digelar Danantara bersama sejumlah perusahaan BUMN strategis. Ekosistem industri tersebut melibatkan sinergi antara MIND ID, DEFEND ID, ANTAM, Freeport Indonesia, Pindad, serta Pelindo.

Fasilitas yang dibangun mencakup lini produksi brass mill dan brass cups berkapasitas 10 ribu ton per tahun. Serta, pabrik manufaktur emas logam mulia dengan kapasitas mencapai 30 ton per tahun.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, proyek hilirisasi tersebut diharapkan memberi dampak langsung terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut potensi penyerapan tenaga kerjanya cukup besar, mencapai 7.000 orang lebih.

"Mereka akan tersebar di berbagai lini, mulai dari pengolahan katoda tembaga menjadi pipa dan kawat hingga fasilitas bahan baku amunisi dan pengolahan emas," kata Emil dalam keterangannya, Kamis, 14 Mei 2026.

Menurut dia, kebutuhan tenaga kerja tidak hanya muncul saat tahap pembangunan proyek, tetapi juga akan terus berlanjut pada fase operasional dan pengembangan industri turunannya. Emil menilai hilirisasi industri di Gresik juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia daerah sekaligus memperkuat pemerataan ekonomi di Jawa Timur.

“Kami sangat mensyukuri adanya keberpihakan afirmasi bagi masyarakat di wilayah Gresik dan Jawa Timur," ujarnya.

Selain menjadi pusat hilirisasi nasional, KEK Gresik dinilai memiliki posisi strategis untuk mendorong pertumbuhan industri manufaktur berbasis mineral dan logam di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....