KAI Gandeng TÜV Rheinland Pastikan Keamanan 503 Juta Penumpang

  • 24 Apr 2026 02:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT Kereta Api Indonesia (KAI) berkolaborasi dengan lembaga global untuk melakukan asesmen teknis demi menjaga kepercayaan dan keamanan operasional.
  • Total jumlah penumpang kereta api mengalami lonjakan signifikan hingga mencapai angka akumulasi 503,6 juta orang sepanjang periode tahun 2025.
  • Manajemen memprioritaskan pemeliharaan ribuan armada sarana serta ribuan kilometer jalur rel menggunakan metode penilaian risiko yang berbasis data akurat.

RRI.CO.ID, Jakarta PT Kereta Api Indonesia (KAI) menggandeng lembaga audit internasional guna memastikan sistem keamanan serta operasional pada armada mereka. KAI berupaya meningkatkan kepercayaan publik melalui penerapan standar audit yang ketat untuk mengawal pergerakan transportasi masal nasional.

Pihak manajemen PT KAI merilis data catatan kenaikan volume pelanggan kereta api pada Kamis, 23 April 2026. Intensitas perjalanan dalam jaringan rel berkembang sangat pesat dengan capaian jumlah penumpang sebanyak 503,6 juta orang pada 2025.

Direktur Portofolio Manajemen dan Teknologi Informasi KAI I Gede Darmayusa menjelaskan pentingnya integrasi data guna memitigasi risiko operasional. I Gede juga menyoroti kompleksitas perkembangan jaringan kereta api yang memerlukan sistem pengawasan secara presisi demi menjamin keselamatan.

“Ketika lebih dari 500 juta perjalanan terjadi dalam satu tahun, sistem harus bekerja dengan presisi. Setiap proses perlu terukur, terintegrasi, dan mampu merespons risiko dengan cepat,” ujar I Gede Darmayusa.

Badan usaha milik negara tersebut mencatat capaian operasional luar biasa dalam kurun waktu satu kuartal pada tahun buku berjalan. KAI berhasil melayani sebanyak 128.055.072 pelanggan dari berbagai wilayah di tanah air selama periode Januari-Maret 2026.

“Kepercayaan publik bertumpu pada konsistensi sistem yang berjalan disiplin dan dapat dipantau kinerjanya. Karena itu, penguatan dilakukan dari sisi pemeliharaan sarana, prasarana, hingga pengelolaan operasi berbasis data,” ucapnya.

Saat ini KAI mengelola sebanyak hampir 11.000 sarana transportasi dengan dukungan infrastruktur jalur rel aktif sepanjang 8.178 kilometer. KAI memperkirakan sekitar 35 persen dari total armada tersebut segera memasuki fase peremajaan dalam waktu beberapa tahun mendatang.

Project Manager TÜV Rheinland Brian Wong memaparkan hasil evaluasi melalui pendekatan standar Reliability, Availability, Maintainability, dan juga Safety. Tim auditor tersebut menggabungkan pengolahan data riwayat aset bersama inspeksi fisik secara mendalam terhadap seluruh prasarana perkeretaapian milik perseroan.

“Pendekatan RAMS membantu mengidentifikasi potensi risiko sejak awal dan memberikan rekomendasi berbasis data yang bisa segera diterapkan untuk menjaga keandalan sistem,” kata Brian.

Lembaga independen internasional asal Cologne Jerman ini mengoperasikan puluhan ribu tenaga ahli untuk menangani aspek transportasi di seluruh dunia. Pengalaman panjang perusahaan yang berdiri sejak tahun 1872 ini diharapkan mampu memperkaya perspektif manajemen KAI dalam pengelolaan keselamatan.

Vice President (VP) Corporate Communication KAI Anne Purba menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga tren penurunan tingkat gangguan operasional di lapangan. Evaluasi teknis menyeluruh dilakukan agar aspek keamanan perjalanan kereta api tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat selaku pengguna jasa.

“Pertumbuhan mobilitas perlu diikuti dengan sistem yang semakin kuat. KAI memastikan setiap perjalanan berjalan dalam kendali yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” ucap Anne.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....