KAI Commuter Gelar Kampanye Anti Kekerasan Seksual Serentak di Hari Kartini

  • 21 Apr 2026 22:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • PT KAI Commuter menyelenggarakan kampanye anti kekerasan seksual secara serentak untuk meningkatkan kesadaran para penumpang dalam menggunakan transportasi.
  • Manajemen perusahaan mencatat sebanyak 54 laporan kasus kekerasan seksual telah diterima sepanjang periode pelayanan operasional tahun 2025.
  • Perusahaan berkomitmen memberikan pendampingan hukum secara penuh agar setiap pelaku kejahatan mendapatkan sanksi tegas sesuai peraturan yang berlaku.

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter mencatat 54 laporan kekerasan seksual sepanjang 2025 pada seluruh wilayah operasional. Insan milenial perusahaan tersebut menggelar aksi sosialisasi edukatif guna meningkatkan standar keamanan bagi setiap para pengguna jasa.

Penyelenggaraan kampanye ini merupakan salah satu cara guna meminimalkan risiko gangguan keamanan pada seluruh area transportasi publik. Kampanye guna menyebarluaskan semangat perlindungan terhadap kaum perempuan berlangsung pada peringatan Hari Kartini, Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan kampanye keselamatan tersebut menyasar para pengguna jasa mulai wilayah Bandung, Yogyakarta, Surabaya, hingga Jabodetabek secara serentak. KAI Commuter berupaya menciptakan ruang inklusif serta memberikan rasa aman kepada seluruh kaum perempuan Indonesia.

"Jumlah 54 kasus yang dilaporkan sepanjang tahun lalu menunjukkan bahwa pengguna Commuter Line kini semakin sadar dan berani untuk bersuara. Kami mengapresiasi keberanian para korban maupun saksi yang melaporkan kejadian tersebut, karena ini adalah langkah awal yang krusial untuk memutus rantai kekerasan seksual di transportasi publik," ujar Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda kepada wartawan.

Pihak manajemen melakukan evaluasi berkala terkait laporan tindakan asusila yang disampaikan secara mandiri oleh masyarakat. KAI Commuter memastikan pemberian bantuan pendampingan proses hukum demi menjamin terpenuhinya setiap hak asasi bagi para korban.

Langkah tegas tersebut diambil sebagai upaya perusahaan untuk memberikan sanksi hukum yang bersifat mengikat kepada setiap pelaku kejahatan. Seluruh relawan membagikan materi edukasi mengenai pencegahan kriminalitas dan meminta tanda tangan komitmen dari ribuan kalangan penumpang.

“Dengan kolaborasi antara petugas dan pengguna, Commuter Line optimis dapat menjadi moda transportasi yang paling aman dan ramah bagi semua,” ujar Karina.

Bella, pengguna KRL, memberikan respon sangat positif mengenai pelaksanaan aksi edukatif di lapangan. Penumpang muda tersebut sangat mendukung upaya pencegahan tindak kriminalitas pelecehan guna meningkatkan kenyamanan saat sedang dalam perjalanan.

"Saya pikir ini adalah hal yang baik, mengingatkan terus untuk stop pelecehan seksual. Dan untuk para korban untuk berani melaporkan kepada petugas, agar adanya efek jera bagi mereka" kata Bella kepada RRI di Stasiun Sudirman, Selasa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....