Anggota DPR Dorong Transparansi Mekanisme Penetapan Harga BBM
- 19 Apr 2026 10:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VI DPR RI, Asep Wahyuwijaya, mendorong, PT Pertamina memperkuat peran menjaga stabilitas pasokan dan distribusi energi.
- Penting meningkatkan transparansi dalam mekanisme penetapan harga BBM non-subsidi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR, Asep Wahyuwijaya, mendorong, PT Pertamina memperkuat peran menjaga stabilitas pasokan dan distribusi energi. Tujuannya untuk memastikan tidak terjadi gangguan yang dapat memperburuk kondisi di lapangan.
"Penting meningkatkan transparansi dalam mekanisme penetapan harga BBM non-subsidi. Sehingga publik memahami dasar kebijakan dan dapat meminimalisasi spekulasi pasar," kata politisi Partai NasDem ini, Minggu, 19 April 2026.
Tidak hanya itu, Asep menuturkan, penting memperkuat sinergi antara pemerintah dan Pertamina dalam menjalankan fungsi pelayanan publik. Khususnya, dalam menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak.
"Mendorong kebijakan mitigasi yang terukur melalui perlindungan sosial yang adaptif. Lalu, stabilisasi harga kebutuhan pokok serta dukungan terhadap sektor UMKM dan transportasi publik," ucapnya.
Asep juga menekankan Pertamina harus melakukan penguatan pengawasan terhadap rantai distribusi. Semua itu guna mencegah praktik penimbunan dan kenaikan harga yang tidak wajar di tingkat pasar.
“Dampak kenaikan BBM nonsubsidi dapat dikelola tanpa mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi nasional. Dengan kebijakan yang tepat, terkoordinasi, dan responsif," ujarnya.
PT Pertamina menaikkan harga BBM nonsubsidi mulai Sabtu, 18 April 2026. Kenaikan ini dilakukan setelah sebelumnya harga ditahan di tengah gejolak geopolitik global.
Melansir situs resmi Pertamina, penyesuaian harga terjadi pada sejumlah jenis BBM nonsubsidi di berbagai wilayah. Kenaikan ini mengikuti dinamika pasar energi dunia yang dipengaruhi ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kenaikan signifikan terjadi pada Pertamax Turbo yang kini dibanderol Rp19.400 per liter di wilayah Jabodetabek. Selain itu, Pertamax Green juga naik menjadi Rp12.900 per liter dari harga sebelumnya.
Untuk jenis solar nonsubsidi, harga Dexlite naik menjadi Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter. Sementara Pertamina Dex juga meningkat menjadi Rp23.900 per liter dari harga sebelumnya Rp14.500 per liter.
Namun demikian, Pertamina tetap menahan harga Pertamax pada level Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek. Harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar juga tidak mengalami perubahan hingga saat ini.
Berikut rincian harga BBM Pertamina di wilayah Jabodetabek:
• Pertamax: Rp12.300/liter
• Pertamax Turbo: Rp19.400/liter
• Pertamax Green: Rp12.900/liter
• Dexlite: Rp23.600/liter
• Pertamina Dex: Rp23.900/liter
• Pertalite: Rp10.000/liter
• Biosolar: Rp6.800/liter.
Di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, harga Pertamax mencapai Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp20.250 per liter dengan Dexlite Rp24.650 per liter.
Untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara Barat, harga Pertamax berada di level Rp12.300 per liter. Pertamax Turbo dipatok Rp19.400 per liter, dengan Dexlite Rp23.600 per liter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....