Kemnaker Gandeng TikTok Tingkatkan SDM secara Digital
- 15 Apr 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Bangun Sumber Daya Manusia digital, Kemnaker kerjasama dengan TikTok
- Pelatihan bagi semua latar belakang dalam mengaplikasikan TikTok
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng TikTok Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan SDM ditujukan terkhusus dalam sektor ekonomi digital melalui program “Belajar dan Implementasi Skill Adaptif” (BISA).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah. Khususnya, dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks di masa depan.
“Kami sadar tantangan ke depan semakin sulit. Sementara pemerintah hanya satu bagian dari ekosistem ketenagakerjaan yang besar,” ujarnya Yassierli dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu 15 April 2026.
Yassierli menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Namun, hal itu memerlukan waktu serta dukungan dari berbagai pihak.
“Kami membuka kerja sama dengan semua pihak. Selama memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” katanya.
Menurut Yassierli, sektor ekonomi digital menjadi salah satu peluang besar yang harus dimanfaatkan. Ia menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati 100 miliar dolar AS pada 2025, terbesar di Asia Tenggara.
“Sektor e-commerce dan content-driven commerce menjadi kompetensi yang harus dikuasai oleh anak bangsa. Sebagai bagian penting dalam ekonomi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmansyah, menjelaskan kerja sama ini mencakup berbagai aspek. "Kerja sama meliputi penyusunan analisis kebutuhan pelatihan, pengembangan kurikulum, penyediaan sarana prasarana, peningkatan kapasitas instruktur, penyediaan tenaga ahli,” ujarnya.
Program pelatihan BISA yang diluncurkan merupakan implementasi awal dari kerja sama tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan.
Termasuk instruktur pemerintah, swasta, serta masyarakat umum. Materi pelatihan mencakup pengembangan keterampilan di bidang live streaming, content commerce yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri digital.
Perwakilan TikTok Indonesia, Hilmi Andrianto, menyampaikan bahwa platform digital dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi. Ia mencontohkan kisah seorang ibu rumah tangga yang berhasil membangun usaha mandiri melalui aktivitas siaran langsung di TikTok.
“Ini menunjukkan bahwa di era digital, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang. Tetapi juga kemampuan memanfaatkan peluang yang ada,” kata Hilmi.
Melalui kolaborasi ini, Kemnaker berharap semakin banyak tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing di pasar kerja global. Khususnya dalam sektor ekonomi digital yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....