Produsen Kopi Indonesia Targetkan Ekspor 100 Kontainer ke Italia Tahun Ini

  • 09 Apr 2026 12:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia mengamankan kontrak ekspor kopi baru ke Italia dengan target pengiriman 100 kontainer dalam satu tahun.
  • Nilai kontrak diperkirakan mencapai USD15 juta dan memperkuat distribusi kopi Indonesia ke pasar Uni Eropa.
  • Produk kopi berasal dari berbagai daerah unggulan seperti Sumatra, Jawa, dan Flores dengan standar kualitas tinggi Eropa.

RRI.CO.ID, Roma – Produsen kopi asal Indonesia menandatangani kontrak baru untuk mengamankan target ekspor 100 kontainer ke Italia dalam waktu satu tahun. Demikian disampaikan Atase Perdagangan (Atdag) Kedutaan Besar RI (KBRI) Roma, Hesty Syntia Paramita Kusmanto, Rabu 8 April 2026.

Menurut dia, ini merupakan kontrak lanjutan antara PT ALKO Sumatra Kopi dan Best Coffee SRL yang telah disepakati sebelumnya. Sebagai tindak lanjutnya PT ALKO akan mengekspor 10 kontainer kopi pada Mei 2026.

Hesty menegaskan kolaborasi tersebut akan memperkokoh rantai distribusi kopi nasional ke pasar Uni Eropa (UE). “Kedua pihak berkomitmen mengembangkan pasar kopi Indonesia secara strategis, inovatif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Hesty menambahkan nilai perdagangan kopi berdasarkan kontrak tersebut diperkirakan bernilai USD15 juta. “Ini menjadi contoh praktik perdagangan global yang bertanggung jawab dan berorientasi pada prinsip keberlanjutan,” ucapnya.

Menurut Hesty, Italia merupakan pasar utama kopi dunia dengan standar kualitas sangat tinggi. “Tren peningkatan permintaan kopi spesialti membuka peluang besar bagi perluasan ekspor produk unggulan Nusantara,” ujarnya.

CEO PT ALKO Sumatra Kopi, Suryono Salehan, mengungkapkan pihaknya telah menuntaskan empat pengiriman awal ke Italia. “Kontrak terbaru yang memuat komitmen target ekspor hingga 100 kontainer menjadi tonggak penting dalam memperbesar skala kemitraan,” ujarnya.

Menurut Suryono, produk kopi yang diekspor berasal dari wilayah Sumatra, Jawa, dan Flores (Nusa Tenggara Timor). Variannya mencakup kopi jenis robusta maupun arabika yang karakteristik rasanya sangat disukai masyarakat Eropa.

Misalnya Dampit dari Jawa, Lintong, Mandailing, dan Gayo dari Sumatra, serta robusta dari Flores. “Kami pastikan seluruh produk itu telah memenuhi standar deforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR),” ujarnya.

CEO Best Coffee SRL, Emilio Galeandro, menegaskan akan menjembatani inovasi pertanian Indonesia dengan tuntutan pasar global yang sangat ketat. “Kami berupaya menghadirkan keseimbangan antara keunggulan kualitas produk dengan etika kerja yang profesional serta bertanggung jawab,” ucapnya.

“Melalui langkah ini, kami di Best Coffee SRL menegaskan peran kami sebagai jembatan antara inovasi pertanian Indonesia dan tuntutan ketat pasar global. Kami berkomitmen menghadirkan masa depan di mana keunggulan produk dan etika kerja dapat berjalan beriringan dalam keseimbangan yang sempurna,” ujar Emilio.

Total perdagangan antara Indonesia dan Italia pada Januari-Februari 2026 mencapai USD701,3 juta. Pada periode tersebut, Indonesia berhasil membukukan surplus sebesar USD164,8 juta.

Sedangkan pada 2025, total perdagangan kedua negara mencapai USD4,59 miliar. Ekspor Indonesia ke Italia mencapai USD2,83 miliar dan impor Indonesia dari Italia sebesar USD1,76 miliar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....