Seluruh Lokomotif KAI Gunakan Biosolar B40 untuk Dukung Energi Hijau
- 11 Apr 2026 22:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Seluruh lokomotif dan genset KAI sudah beralih menggunakan bahan bakar ramah lingkungan jenis Biosolar B40.
- Pemanfaatan energi hijau pada sarana perkeretaapian berhasil mendukung pertumbuhan volume pelanggan selama masa Triwulan I 2026.
- KAI memperkuat ketahanan energi nasional dengan mendistribusikan jutaan ton batu bara melalui armada yang sangat andal.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini memakai bahan bakar Biosolar B40 pada seluruh sarana lokomotif dan gensetnya. Kebijakan tersebut bertujuan mempercepat transisi energi hijau di sektor transportasi publik nasional pada masa mendatang.
Penerapan kebijakan penggunaan bahan bakar nabati itu dilakukan setelah melewati berbagai rangkaian uji teknis sejak Juli 2024. Penumpang menjadi turut berkontribusi dalam mengurangi tingkat emisi karbon melalui penggunaan sarana transportasi bertenaga bahan nabati tersebut.
"Kami mengerti bahwa efisiensi dan biaya perjalanan yang terjangkau adalah hal yang sangat berarti bagi masyarakat. Di tengah kondisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang semakin terbatas, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang tetap hemat dan bisa diandalkan. Dengan menggunakan B40 hasil inovasi Kementerian ESDM ini, setiap pelanggan otomatis menjadi bagian dari transformasi besar menuju transisi energi nasional yang lebih sustain dan ramah lingkungan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 11 April 2026.
KAI sangat antusias menyambut kemunculan pengembangan inovasi Biosolar B50 yang sedang dikerjakan pemerintah. Armada kereta api yang nantinya beralih ke bahan bakar B50 akan menjalani serangkaian uji teknis yang sangat menyeluruh.
"Kami sangat mendukung rencana transisi ke B50 yang tengah digarap oleh Kementerian ESDM. Pemanfaatan energi terbarukan yang semakin maju membuat kereta api semakin unggul dalam menjaga kelestarian alam, sehingga kita bisa mewariskan lingkungan yang lebih sehat untuk generasi mendatang," ujarnya.
Total pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan Lokal selama Triwulan I 2026 mencapai 14.515.350 orang. Data mencatat peningkatan volume pelanggan tersebut naik 18,4 persen dibandingkan catatan periode tahun 2025.
Pencapaian jumlah penumpang tersebut tumbuh secara signifikan jika dibandingkan tahun lalu dengan 12.261.632 penumpang. KAI terus berupaya memperkuat perannya sebagai solusi logistik yang ramah lingkungan demi kebutuhan mobilitas seluruh rakyat.
Kereta api berhasil mengangkut 12.075.002 ton batu bara guna memastikan ketersediaan pasokan daya listrik Jawa-Bali. Penyaluran logistik komoditas energi tersebut menggunakan rangkaian gerbong khusus dengan tenaga mesin pendorong bahan nabati yang efisien.
Barang-barang penting lainnya termasuk hasil perkebunan sebanyak 2.873.440 ton berhasil didistribusikan secara lancar ke berbagai pelosok daerah. Keamanan distribusi barang retail tetap menjadi fokus utama perusahaan melalui penyediaan moda angkutan yang jauh lebih andal.
Executive Vice President (EVP) Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan bersama pihak Kementerian ESDM. Pihaknya sangat berkomitmen mengadopsi kemajuan energi baru guna memperkuat struktur kemandirian sektor energi pada masa mendatang.
"Kolaborasi bersama Kementerian ESDM dalam mengadopsi energi terbarukan adalah langkah strategis KAI untuk kemandirian energi nasional. Kami berkomitmen memastikan kereta api terus bertransisi menjadi moda transportasi yang aman dan efisien, serta membawa manfaat berkelanjutan bagi masa depan bangsa," ucap Wisnu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....