Kerja Sama RI Menguat, Investasi Jepang Tumbuh Signifikan
- 03 Apr 2026 14:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertumbuhan investasi tersebut rata-rata mencapai 13,2 persen per tahun.
- Selain itu, investasi Jepang juga menyerap tenaga kerja hingga 278.887 orang.
- Realisasi investasi Jepang di Indonesia mencapai USD17,1 miliar sepanjang periode 2021 hingga 2025.
RRI.CO.ID, Jakarta – Realisasi investasi Jepang di Indonesia terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat nilai investasi mencapai USD17,1 miliar sepanjang periode 2021 hingga 2025.
Pertumbuhan investasi tersebut rata-rata mencapai 13,2 persen per tahun. Selain itu, investasi Jepang juga menyerap tenaga kerja hingga 278.887 orang.
Capaian ini menjadi dasar penguatan kerja sama investasi antara Indonesia dan Jepang. Hal ini ditindaklanjuti melalui kunjungan Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Investasi Rosan Roeslani ke Jepang pada akhir Maret 2026.
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah mengundang sejumlah pimpinan perusahaan Jepang. Pertemuan ini membahas komitmen investasi serta peluang kerja sama ke depan.
“Di Jepang kita berhasil mendapatkan komitmen investasi kurang lebih USD23,6 miliar. Jadi pada intinya, investasi itu akan terus berjalan dan akan memberikan dampak yang positif pada perekonomian nasional,” ujar Rosan dalam keterangan pers yang diterima RRI.CO.ID pada Kamis, 2 Maret 2026.
Sejumlah perusahaan Jepang turut menyampaikan rencana pengembangan proyek strategis. Proyek tersebut mencakup sektor energi, industri, hingga ekonomi digital.
Selama ini, investasi Jepang didominasi sektor manufaktur dengan kontribusi sekitar 65 persen. Sementara sektor jasa menyumbang 30 persen dan sektor primer sekitar 2 persen.
Dari sisi wilayah, investasi Jepang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sebesar 94 persen. Jawa Barat menjadi daerah tujuan utama dengan porsi mencapai 46 persen.
Pemerintah menilai komitmen investasi tersebut akan memperkuat transformasi ekonomi nasional. Selain itu, kerja sama ini diharapkan mendorong pengembangan industri dan energi bersih ke depan.
Kunjungan kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan membuahkan hasil positif. Sejumlah komitmen kerja sama bisnis berhasil disepakati dari kedua negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan total nilai kesepakatan mencapai 33,89 miliar dolar AS. Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp575 triliun.
Dari jumlah tersebut, Jepang menyumbang komitmen sebesar 23,63 miliar dolar AS. Sementara Korea Selatan mencatatkan komitmen investasi sebesar 10,26 miliar dolar AS.
Menurut Teddy, capaian ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor global terhadap Indonesia. “Capaian itu menunjukkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo,” ujarnya.
Ia menjelaskan sejumlah faktor menjadi daya tarik utama bagi investor. Di antaranya kebijakan hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, dan pembangunan sektor strategis nasional.
“Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat,” imbuhnya.
Pemerintah memastikan seluruh komitmen tersebut akan terus dikawal. Langkah ini dilakukan agar memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....