Rempah RI Sasar Pasar Belanda, Kemendag Fasilitasi Penjajakan Bisnis

  • 03 Apr 2026 12:59 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemendag memfasilitasi penjajakan bisnis daring untuk mempertemukan eksportir rempah Indonesia dengan importir Belanda.
  • Permintaan pasar Eropa terhadap rempah meningkat, dengan fokus pada kualitas, higienitas, dan sertifikasi global.
  • Upaya ini bertujuan memperkuat penetrasi pasar serta membuka peluang kerja sama ekspor jangka panjang.

RRI.CO.ID, Den Haag - Atase Perdagangan (Atdag) Republik Indonesia Den Haag Annisa Hapsari memfasilitasi penjajakan bisnis daring produk rempah nasional. Ia mempertemukan eksportir Indonesia dengan importir asal Belanda guna menangkap potensi permintaan bumbu masak yang menjanjikan.

Menurutnya, fasilitasi tersebut merupakan upaya nyata untuk memperkuat penetrasi komoditas unggulan Indonesia ke wilayah pasar Eropa. Ia menilai produk rempah Nusantara memiliki standar kualitas tinggi sehingga berpotensi menjadi mitra dagang jangka panjang.

“Fasilitasi ini upaya nyata memperkuat posisi rempah dan bumbu Indonesia yang dikenal memiliki standar kualitas tinggi. Pasar Belanda berpotensi menjadi mitra jangka panjang apabila hubungan bisnis terbangun secara konsisten dan profesional,” kata Annisa di Den Haag, Kamis, 2 April 2026.

Lanjutnya, minat konsumen Benua Biru terhadap produk etnik asal Indonesia semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir. Ia menegaskan bahwa aspek keberlanjutan dan higienitas kini menjadi prioritas utama bagi pelanggan di kawasan tersebut.

Annisa menyatakan rasa optimistis bahwa kepemilikan sertifikasi global akan meningkatkan nilai tawar bumbu masak di industri makanan. Ia mendorong para pelaku usaha untuk memanfaatkan program S’RASA atau Rasa Rempah Indonesia dalam mempromosikan produk.

“Kami optimistis kepemilikan sertifikasi global akan menjadi nilai tawar krusial bagi rempah dan bumbu Indonesia. Hal tersebut untuk menembus industri makanan global, termasuk Eropa, yang kini semakin selektif dan kompetitif,” ujar Annisa Hapsari.

Perwakilan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tersebut menjelaskan bahwa penguatan penjenamaan (branding) identitas nasional sangat penting dilakukan saat ini. Ia ingin memastikan produk Indonesia dapat diterima dengan baik oleh konsumen Eropa yang sangat teliti.

Marketing Ekspor (Export Marketing) PT Sumber Inti Pangan Auliya Qisthina menyebutkan bahwa kegiatan penjajakan bisnis ini sangat efektif. Ia merasa terbantu karena dapat bertemu langsung dengan mitra potensial yang tertarik pada spesifikasi produk perusahaannya.

“Kegiatan ini sangat efektif karena mempertemukan kami dengan mitra potensial yang memiliki ketertarikan terhadap produk kami, sehingga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret. Kami juga berharap dapat memiliki kesempatan lebih luas dalam mengembangkan ekspor di pasar Eropa,” ujar Auliya Qisthina.

Direktur Utama (Dirut) InterAromat BV Suryo Tutuko mengapresiasi inisiatif pemerintah dalam mendorong peningkatan volume ekspor nasional. Ia mengungkapkan bahwa saat ini klien mereka sedang mengevaluasi pengiriman sampel produk lada putih dan kemiri.

“Kegiatan ini berlangsung sangat produktif dan menghasilkan pengembangan serta pengiriman sampel yang saat ini tengah dievaluasi oleh klien kami. Upaya ini juga mencerminkan komitmen dalam mendorong peningkatan ekspor Indonesia serta memperkuat kemitraan bisnis internasional,” ujar Suryo Tutuko.

Annisa mengatakan pemerintah akan terus mengawal proses komunikasi teknis ini hingga mencapai realisasi transaksi perdagangan yang nyata. Ia berkomitmen untuk memastikan produk nasional mampu mendominasi rantai pasok industri makanan di seluruh kawasan Eropa.

Pemerintah mencatat total nilai perdagangan antara Indonesia dan Belanda mencapai angka 6,58 miliar dolar Amerika Serikat. Indonesia berhasil membukukan surplus perdagangan sebesar 4,80 miliar dolar Amerika Serikat selama periode tahun 2025 yang lalu.

Angka surplus tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan pencapaian perdagangan pada tahun 2024 sebelumnya. Komoditas utama seperti lemak nabati dan alas kaki menjadi penyumbang terbesar dalam struktur ekspor ke negeri kincir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....