Sedhah Corner Berdayakan Warga Surakarta lewat UMKM Kerajinan Kreatif
- 03 Apr 2026 12:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sedhah Corner memberdayakan warga Surakarta melalui UMKM kerajinan berbasis fiber art sejak 2019.
- Usaha ini melibatkan masyarakat sekitar serta menyediakan kelas gratis untuk meningkatkan keterampilan.
- Pemanfaatan teknologi digital dan program Campuspreneur mendorong pengembangan bisnis hingga ekspansi pasar.
RRI.CO.ID, Surakarta - Pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Sedhah Corner Kinanti Arum Sedah Mirah memberdayakan masyarakat melalui kerajinan tangan. Ia membangun rumah produksi di Surakarta untuk mengajak warga sekitar menjadi lebih produktif dalam berkarya seni.
Menurutnya, ide mendirikan usaha muncul dari keinginan kuat untuk menyediakan wadah kreasi bagi lingkungan terdekat. Ia melihat potensi besar masyarakat yang belum memiliki akses tepat untuk menyalurkan bakat seni serat mereka.
“Saya ingin mengajak mereka untuk ikut berkarya. Dari situ akhirnya terbentuk tim Sedhah Corner yang berasal dari lingkungan sekitar,” ujar Sedah di Surakarta, Kamis, 2 April 2026.
Pemilik usaha tersebut mengungkapkan bahwa bisnis fiber art ini telah konsisten berjalan sejak tahun 2019 silam. Ia memulai langkah kewirausahaan tersebut saat dirinya masih menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).
Lanjutnya, seluruh produk buatannya menggunakan bahan alami seperti benang katun dan pewarna dari tumbuhan indigofera. Ia merancang sendiri desain unik pada setiap karya makrame maupun rajutan agar memiliki daya saing tinggi.
Ditambahkannya, rumah produksi tersebut aktif menyelenggarakan kelas kerajinan gratis bagi kaum perempuan dan anak-anak sekitar. Ia berharap keterampilan masyarakat meningkat melalui visi menciptakan harmoni sosial yang berbasis pada seni olah benang.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci utama dalam menjangkau pasar yang lebih luas di seluruh Indonesia. Ia memanfaatkan fitur siaran langsung pada aplikasi TikTok untuk memasarkan produknya hingga mencapai wilayah Merauke, Papua Selatan.
Meski demikian, pengusaha muda ini mengakui adanya tantangan berat dalam menjaga konsistensi inovasi di pasar ketat. Ia terus belajar mengelola tim kerja agar operasional bisnis tetap berjalan stabil di tengah persaingan industri.
Menurutnya, partisipasi dalam program Campuspreneur di Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi momentum penting bagi pengembangan usaha. Ia mendapatkan berbagai perspektif baru mengenai penataan identitas merek setelah mengikuti bimbingan teknis dari pemerintah.
“Saya mendapatkan perspektif baru setelah mengikuti coaching clinic yang digelar Kementerian Perdagangan di sela-sela peluncuran program Campuspreneur. Harapannya, ke depan Sedhah Corner bisa lebih tertata dan berkembang lebih baik,” kata Sedah.
Pemilik UMKM kreatif tersebut kini mulai membidik peluang untuk melakukan ekspansi pasar menuju kancah mancanegara. Ia ingin produk buatannya menjadi daya tarik bagi konsumen luar negeri untuk berkunjung langsung ke wilayah Indonesia.
Lebih lanjut, ia membagikan pesan inspiratif bagi generasi muda yang memiliki keinginan kuat untuk memulai bisnis. Menurutnya, keberanian untuk mengambil langkah pertama jauh lebih penting daripada menunggu kesiapan kondisi yang sempurna.
“Tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai berwirausaha. Kita akan berkembang seiring proses yang kita lakukan,” ucap Sedah.
Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Hartono menyampaikan bahwa program Campuspreneur merupakan langkah strategis bagi para mahasiswa. Ia ingin para pemuda bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja yang mampu memperkuat daya saing produk nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....