Stasiun Gambir Dikembangkan sebagai Simpul Utama Mobilitas Jakarta
- 18 Mar 2026 13:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto memberikan dorongan kuat terhadap peningkatan infrastruktur layanan perkeretaapian pada seluruh wilayah di Indonesia.
- PT Kereta Api Indonesia mencatat sebanyak 17.687 orang menaiki kereta api melalui Stasiun Gambir hari ini.
- KAI segera mengembangkan Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas modern terpadu di pusat kota Jakarta.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah kini sedang aktif menyiapkan pengembangan Stasiun Gambir sebagai simpul mobilitas transportasi modern pusat Jakarta. Proyek penataan tersebut bertujuan untuk memperkuat sektor perkeretaapian nasional yang menjadi tulang punggung mobilitas warga secara nasional.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memberikan perhatian penuh terhadap penataan stasiun utama di kawasan Jakarta Pusat tersebut. Penataan ini harus berjalan secara konsisten agar layanan perkeretaapian semakin nyaman dan sangat representatif bagi seluruh publik.
“Kalau boleh cerita ya, dulu waktu masih kecil saya sering ke Stasiun Gambir. Kemudian sampai sekarang, ya gitu-gitu aja, belum berubah. Jadi, mumpung Pak Dirut, Pak Presiden memberikan perhatian besar di perkeretaapian, tolong direnovasi, diperbaiki, dipercantik, diperindah, dipernyaman,” ujar Teddy.
Teddy menyatakan renovasi fasilitas sangat penting guna mengikuti perkembangan kebutuhan utama transportasi bagi masyarakat perkotaan. Ia mengusulkan agar kawasan stasiun tersebut memiliki sistem penataan ulang gedung dan juga penyediaan ragam fasilitas modern.
“Mumpung sekarang Pak Dirut, Presiden memberikan perhatian besar pada perkeretaapian nasional, saya mengusulkan agar Stasiun Gambir terus dikembangkan dan ditingkatkan. Penataan ulang kawasan, pembaruan fasilitas, serta penguatan aspek kenyamanan perlu dilakukan agar pengalaman masyarakat saat menggunakan kereta api semakin baik dan sejalan dengan peran Gambir sebagai simpul mobilitas utama nasional,” katanya.
| Baca juga: AHY Tinjau Angkutan Nataru di Stasiun Gambir |
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin menjelaskan rencana matang pengembangan stasiun. KAI menyiapkan pembangunan Transit Oriented Development (TOD) secara bertahap pada area komersial multifungsi di Medan Merdeka.
“Pengembangan Stasiun Gambir diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan lahan melalui penataan zona komersial dan ruang publik multifungsi, integrasi kawasan stasiun dengan pusat kegiatan di kawasan Medan Merdeka, serta penyediaan fungsi komersial yang beragam dan tersegmentasi,” ujar Bobby dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 18 Maret 2026.
Volume keberangkatan pada hari Rabu mencatatkan sebanyak 17.687 orang yang telah melalui Stasiun Gambir. Angka tersebut menjadikan Stasiun Gambir sebagai lokasi pemberangkatan penumpang wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta yang sangat padat.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan kenaikan pergerakan arus mudik yang sangat signifikan pada Lebaran. Anne menyoroti peningkatan drastis kedatangan para pelanggan di stasiun utama ini selama masa libur panjang perayaan hari nasional.
“Stasiun Gambir menjadi salah satu titik yang sangat penting dalam layanan Angkutan Lebaran tahun ini. Dalam satu hari, Gambir akan melayani lebih dari 17 ribu pelanggan berangkat dan 8 ribu pelanggan turun. Angka ini menempatkan Gambir sebagai stasiun keberangkatan tertinggi kedua di Daop 1 Jakarta setelah Pasar Senen,” kata Anne.
"Tingginya pergerakan tersebut menunjukkan bahwa Gambir memegang peran strategis sebagai simpul mobilitas masyarakat dari pusat Jakarta menuju berbagai kota tujuan," katanya.
Hingga 1 April 2026 tercatat sebanyak 214.060 pelanggan yang sudah memiliki rencana akan menaiki kereta dari Gambir. Sementara jumlah penumpang yang akan tiba di stasiun tersebut berjumlah total sebanyak 186.858 pelanggan untuk arus kedatangan.
Pihak manajemen perusahaan tersebut mengimbau seluruh masyarakat agar dapat segera merencanakan jadwal waktu keberangkatan mudik dengan tepat. Seluruh perbaikan pada area sarana stasiun dilakukan hanya demi mewujudkan sistem layanan transportasi darat yang unggul juga aman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....