AHY Tinjau Angkutan Nataru di Stasiun Gambir
- 23 Des 2025 13:56 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meninjau kesiapan angkutan di Stasiun Gambir. Ia datang langsung ke lokasi tersebut di Jakarta Pusat untuk memastikan pelayanan, Selasa (23/12/2025).
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin. Menko Agus menyempatkan diri menyapa para penumpang serta melepas kereta relasi Gambir menuju ke Kota Purwokerto.
“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa transportasi multimoda baik darat, laut, udara, termasuk kereta api berjalan optimal dan benar-benar siap melayani masyarakat selama masa Natal dan Tahun Baru,” ujar Agus.
Menko menegaskan keselamatan penumpang harus menjadi prioritas paling utama selama periode liburan akhir tahun ini. Agus turut mengapresiasi langkah KAI yang memberikan potongan harga tiket 30 persen bagi para pelanggannya.
Pihak operator mencatat kenaikan frekuensi perjalanan kereta sebesar 8,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya. Kapasitas tempat duduk telah ditambah sebanyak 3 persen atau setara dengan total 3,5 juta kursi penumpang.
Ia mengingatkan semua pihak agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga awal Januari 2026. Posko angkutan telah disiagakan selama 24 jam penuh untuk memantau kelancaran arus penumpang di setiap stasiun.
“Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru KAI telah aktif 24 jam untuk memastikan pelayanan kepada penumpang tetap optimal, khususnya pada periode puncak arus liburan dan arus balik,” kata Agus.
Bobby Rasyidin mengungkapkan tingkat okupansi kereta api saat ini sudah mencapai angka sekitar 83 persen secara rata-rata. Puncak arus pergerakan penumpang diperkirakan terjadi pada tanggal 28 Desember dan arus balik pada awal Januari.
“KAI berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dengan mengutamakan keselamatan, menjaga ketepatan waktu perjalanan, serta terus meningkatkan kualitas layanan pelanggan,” ujar Bobby.
Perusahaan telah melakukan upaya mitigasi bencana secara menyeluruh pada sejumlah jalur yang dinilai rawan gangguan alam. Petugas lapangan mengidentifikasi titik kritis dan memperkuat prasarana rel demi menjamin keamanan perjalanan setiap rangkaian kereta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....