Menuju 69 Tahun, Astra Perkuat Nilai Catur Dharma dan Ekspansi Berkelanjutan

  • 18 Mar 2026 08:49 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Astra dibangun di atas filosofi kuat
  • Dalam enam tahun terakhir, Astra mencatat laba bersih dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025
  • kekuatan utama Astra terletak pada SDM

RRI.CO.ID, Jakarta — Menjelang usia ke-69 tahun, Astra International menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh berkelanjutan di tengah dinamika global. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh penguatan nilai perusahaan, kualitas sumber daya manusia (SDM), serta strategi ekspansi bisnis yang terukur.

Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro mengatakan, perjalanan perusahaan merupakan refleksi dari proses panjang yang berjalan bersama bangsa. "Enam puluh sembilan tahun bukan sekadar hitungan waktu, melainkan kisah tentang jutaan langkah yang tumbuh dan bergerak bersama,” ujar Djony dalam keterangannya, Rabu 18 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejak awal berdiri oleh William Soeryadjaya, Astra dibangun di atas filosofi kuat. Serta, diwujudkan dalam nilai Catur Dharma sebagai pedoman utama perusahaan.

Menurut Djony, nilai tersebut tidak hanya menjadi prinsip tertulis, tetapi juga menjadi kompas dalam setiap pengambilan keputusan bisnis. "Nilai ini menjadi kompas bagi seluruh insan Astra dalam memastikan arah perusahaan tetap jelas di tengah dinamika zaman,” katanya.

Nilai Catur Dharma kemudian diterjemahkan dalam strategi 3P Roadmap yang mencakup Portfolio, People, dan Public Contribution. Hal tersebut guna menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis dan keberlanjutan jangka panjang.

Djony menuturkan, Astra telah melewati berbagai tantangan. Mulai dari krisis ekonomi, disrupsi teknologi, pandemi COVID-19, hingga ketidakpastian global. Pengamalan Catur Dharma oleh para pemimpin Astra dalam setiap keputusan merupakan keniscayaan. Lead by example,” ujarnya.

Djony menekankan, kekuatan utama Astra terletak pada SDM. Konsep “people legacy” menjadi fondasi dalam menjaga kesinambungan perusahaan lintas generasi.

“People menjadi kekuatan Grup Astra. Kita harus terus mengembangkan talenta dan mempersiapkan pemimpin yang kompeten dan berkarakter,” ujarnya.

Astra juga menjalankan berbagai program pengembangan kepemimpinan. Termasuk rotasi lintas bisnis dan penugasan strategis guna memperkaya pengalaman calon pemimpin.

Dalam enam tahun terakhir, Astra mencatat laba bersih dari Rp16,2 triliun pada 2020 menjadi Rp32,8 triliun pada 2025. Capaian tersebut didukung diversifikasi bisnis di berbagai sektor, mulai dari otomotif, jasa keuangan, pertambangan, hingga infrastruktur dan teknologi.

Djony optimistis Astra akan terus berkembang dengan fondasi nilai yang kuat serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan. Astra menargetkan diri untuk terus menjadi “Pride of the Nation” melalui konsistensi nilai, inovasi, dan kontribusi bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....