Kemendag Fasilitasi Pendaftaran Kompetisi GDI guna Tingkatkan Daya Saing
- 07 Mar 2026 10:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memfasilitasi pendaftaran kompetisi Good Design Indonesia (GDI) pada ajang pameran furnitur internasional di Tangerang. Langkah proaktif ini bertujuan untuk memfasilitasi para pelaku industri kreatif dalam meningkatkan daya saing produk nasional.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi mengatakan pemerintah berupaya meningkatkan nilai tambah produk di pasar global. Kehadiran gerai pendaftaran di pameran Indonesia Internasional Furniture Expo (IFEX) menjadi strategi untuk menjemput bola bagi para pelaku usaha potensial.
“Langkah ini ditempuh pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional di pasar global. Langkah ini juga bertujuan memperluas akses pasar ekspor,” ujar Puntodewi di Jakarta, Jumat, 6 Maret 2026.
Pemerintah memilih momentum pameran furnitur terbesar di Asia tersebut sebagai lokasi pembukaan pendaftaran secara resmi. Platform bisnis ini mempertemukan produsen lokal dengan pembeli internasional guna memperkuat ekosistem desain produk kreatif nusantara.
Puntodewi menjelaskan keberadaan stan pendaftaran ini berfungsi untuk memperluas partisipasi desainer serta pelaku usaha mikro. Desain produk yang inovatif menjadi kunci utama dalam memenangkan persaingan pada rantai pasok furnitur dunia.
“Kehadiran booth Indonesia Design Development Center (IDDC) di IFEX tidak hanya menjadi sarana promosi. Kehadiran ini juga memperluas partisipasi pelaku industri furnitur, desainer, serta UMKM dalam ekosistem desain nasional,” kata Puntodewi.
Masa pendaftaran kompetisi desain bergengsi ini akan berlangsung selama tiga bulan hingga Juni tahun 2026 mendatang. Peserta dapat mendaftarkan karya unggulan mereka melalui enam kategori berbeda mulai dari produk interior hingga teknologi.
Puntodewi berharap semakin banyak karya desain nasional yang terkurasi melalui program pengembangan dari Kementerian Perdagangan. Indonesia memiliki potensi besar sebagai produsen produk kreatif yang mengedepankan aspek berkelanjutan serta inovasi tinggi.
“Melalui GDI, kami berharap semakin banyak karya desain nasional yang terkurasi dan memiliki nilai tambah tinggi. Karya tersebut juga diharapkan mampu bersaing di pasar global,” ucap Puntodewi.
Ekspor furnitur tanah air pada tahun 2025 tercatat telah mencapai nilai sebesar USD 1,82 miliar secara akumulatif. Amerika Serikat dan Uni Eropa tetap menjadi pasar tujuan utama bagi pengiriman komoditas manufaktur berbasis kayu.
Puntodewi mengatakan peluang ekspor masih terbuka lebar karena pangsa pasar Indonesia saat ini baru mencapai 0,9 persen. Penguatan inovasi serta kualitas produk menjadi ruang luas bagi produsen lokal untuk mendominasi perdagangan dunia.
“Data tersebut menunjukkan peluang ekspor yang masih sangat besar. Dengan penguatan desain, inovasi produk, dan kualitas, furnitur Indonesia memiliki ruang luas untuk meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisinya sebagai pemasok furnitur dunia,” ujar Puntodewi.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kementerian Perdagangan Ari Satria menyebutkan pasar global kini sangat menuntut keberlanjutan produk. Desain yang inovatif menjadi instrumen krusial untuk memperluas pengakuan internasional terhadap karya kreatif asli buatan Indonesia.
Ari menjelaskan penguatan desain menjadi salah satu kunci penting untuk memenangkan persaingan di pasar internasional saat ini. Penyelenggaraan kompetisi ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk unggulan yang memberikan dampak positif bagi industri nasional.
“Pasar global saat ini semakin menuntut produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki desain yang inovatif dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan desain menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional,” ujar Ari.