Bulog Ekspor Ribuan Ton Beras Premium, Komisi IV: Penetrasi Pasar Timur Tengah

  • 05 Mar 2026 14:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Komisi IV DPR RI mengungkapkan, ekspor beras premium 'Befood Nusantara' diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia tahun 2026. Ekspor beras premium itu, guna memperluas pasar beras Indonesia ke mancanegara.

Pernyataan tegas ini, diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari. Politikus PKS ini merespons, langkah Perum Bulog mengirimkan 2.280 ton beras 'Befood Nusantara' berkualitas untuk kebutuhan jemaah haji.

“Ini awalan yang baik dan mudah-mudahan akan diikuti dengan ekspor ke negara yang lain. Langkah ini menjadi awal penetrasi pasar beras Indonesia ke Timur Tengah," kata Kharis dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia mengatakan, Parlemen mendukung Kementerian Pertanian (Kementan) dalam memperluasan ekspor beras Indonesia. Di Arab Saudi, menurutnya, pasar tersebut merupakan segmen yang jelas dan potensial.

“Orang Indonesia kalau di luar negeri pasti masih mencari beras Indonesia. Karena beras dari luar Indonesia tentunya tidak seenak di lidah orang-orang Indonesia, jadi ini captive market yang sangat bagus,” ucap Kharis.

Sebelumnya, Wamendag, Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan, ekspor 2.280 ton beras ke Arab Saudi ditargetkan secara khusus. Yakni, ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan jemaah haji Indonesia di sana.

“Ini memang khusus kita targetkan untuk jemaah haji kita yang ada di sana. Dengan harapan, case pertama ini membuat masyarakat di Saudi Arabia, termasuk dari lintas negara, mulai mengetahui bagaimana kualitas bera Indonesia,” kata politikus Golkar ini.

Ia mengharapkan, ekspor perdana ini menjadi terobosan baru yang berdampak positif, tidak hanya bagi jemaah Indonesia. Tetapi juga, membuka peluang minat dari masyarakat internasional terhadap kualitas beras nasional.

Kemudian, Mentan, Amran Sulaiman memastikan, pengiriman beras tersebut akan berlabuh di Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi. Ia optimistis pengiriman tetap berjalan lancar meski terdapat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....