Banggar DPR Minta Impor 105.000 Mobil 'Pick-Up' India Dipikirkan Ulang

  • 25 Feb 2026 10:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Banggar DPR RI buka suara, terkait rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) mengimpor 105.000 mobil niaga dari India. Dalam mengimpor ratusan ribu mobil niaga untuk kendaraan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih itu, perusahaan mengucurkan dana sekitar Rp24,66 triliun.

Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah menegaskan, kontrak pengadaan mobil pick-up dari India tersebut perlu dipikirkan ulang. Rencana PT Agrinas mengimpor 105.000 mobil niaga dari India, dinilainya belum memahami cara berfikir Presiden Prabowo Subianto.

"Aksi korporasi dari dana APBN ini perlu di pikirkan ulang, Presiden Prabowo mencanangkan berbagai program prioritas. Seperti MBG dan KDPM salah satu tujuannya untuk memperkuat perekonomian domestik, terutama membangkitkan ekonomi pedesaan," kata politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menekankan, rencana mengimpor 105.000 mobil niaga dari India tersebut berpotensi merugikan perekonomian nasional. Said pun membeberlan, perhitungan CELIOS yang menyebutkan potensi kerugian atas rencana impor mobil tersebut.

"Menggerus PDB hingga Rp39,29 triliun, menurunkan pendapatan masyarakat Rp39 triliun, memangkas surplus industri otomotif hingga Rp21,67 triliun. Mengurangi pendapatan tenaga kerja seluruh rantai pasok industri otomotif hingga Rp17,39 triliun, menekan penerimaan pajak bersih Rp240 miliar," ucap Said.

Oleh karenanya, ia menilai, rencana pembelian mobil niaga memakai APBN dan bersifat multiyears. Dengan struktur APBN yang terbatas ruang fiskalnya.

"Harusnya setiap pembelian barang dan jasa memakai uang APBN harus diperhitungkan manfaat ekonominya. Bisa jadi penawaran harga beli dari India lebih murah, tetapi apakah sudah dipikirkan aftersale-nya, bagaimana suku cadangnya, ketersediannya," ujar Said.

Diberitakan sebelumnya, kontrak niaga Rp24,66 triliun oleh PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mencakup, pengadaan 105.000 unit kendaraan. Yakni, pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih itu dari dua produsen otomotif asal India.

Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pik Up dipasok Mahindra & Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors. Yaitu, erdiri dari 35.000 unit Yodha Pick-Up dan 35.000 unit Ultra T.7 Light Truck.

PT Agrinas Pangan Nusantara mengaku, tengah mengimpor 105.000 unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional KDKMP. Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan, pengiriman mobil-mobil tersebut dilakukan secara bertahap.

"Sebanyak 200 unit mobil pick-up dari Mahindra tiba di Indonesia, sampai akhir bulan ini (target) sudah 1.000 unit. Tahun ini kita usahakan bisa sampai semua, yang Mahindra dan Tata juga," ujar Joao dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Ia membeberkan, pertimbangan membeli kendaraan dari India. Hal itu, dikarenakan faktor harga dan kemampuan industri dalam negeri untuk melakukan pengadaan dalam jumlah yang besar.

Joao menyebut, harga pick-up 4x4 yang ada di pasaran Indonesia relatif mahal. Menurutnya, harga yang ditawarkan produsen India lebih kompetitif sehingga menghemat penggunaan APBN.

"Dengan mengambil dari India, itu kita menjadi jalan tengah, jadi adil menggunakan biaya anggaran APBN ini secara bijak. Karena kita beli dengan harga yang hampir setengahnya lebih murah daripada produk-produk yang ada di pasaran Indonesia," ucap Juao.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....