Kereta Petani Merak Layani 11.428 Pelanggan Hasil Modifikasi KAI

  • 19 Feb 2026 23:26 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia mencatat sebelas ribu lebih pelanggan menggunakan layanan Kereta Petani rute Merak. Perusahaan transportasi negara tersebut menghitung data angkutan penumpang sejak tanggal 1 Desember 2025 sampai tanggal 17 Februari 2026.

Hasil catatan internal tersebut menunjukkan 11.428 warga memanfaatkan sarana transportasi publik untuk distribusi menuju wilayah Merak. Capaian positif tersebut mencerminkan penggunaan sarana publik yang sangat konsisten untuk aktivitas harian petani juga pedagang lokal.

Stasiun Cikeusal menjadi lokasi pemberhentian paling sibuk dengan total 3.730 orang pelanggan naik yang membawa hasil bumi. Kemudian tercatat pula 3.511 penumpang yang turun dari kereta api untuk menjual komoditas olahan pangan mereka di sana.

Wilayah ini berfungsi sebagai pusat distribusi produk lokal penting menuju Kota Serang juga daerah Cilegon sampai Merak. Komoditas yang dibawa mencakup hasil pertanian pangan serta olahan makanan kering hingga beragam jenis kerajinan tangan khas penduduk.

Kereta tersebut merupakan hasil karya tenaga teknis Balai Yasa Surabaya Gubeng yang melakukan penataan ulang seluruh bagian ruang interior. Pekerja internal PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengatur bagasi khusus agar distribusi logistik penumpang menjadi jauh lebih tertib.

"Layanan ini merupakan kolaborasi KAI Group bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui skema Public Service Obligation (PSO). Tarif perjalanan ditetapkan sebesar Rp3.000, setara dengan tarif KRL umum, sehingga tetap terjangkau bagi petani dan pedagang kecil yang bergantung pada transportasi rel untuk mendistribusikan hasil usaha mereka," kata Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI Wisnu Pramudya.

Angkutan penumpang melalui skema kewajiban layanan publik ini beroperasi dalam 14 jadwal perjalanan kereta api setiap harinya. Tujuh keberangkatan melayani relasi Merak menuju Rangkasbitung dan tujuh sisanya meluncur dari Rangkasbitung kembali lagi ke arah Merak.

Rangkaian gerbong khusus tersebut tersedia di sebelas stasiun untuk mendukung geliat ekonomi para pelaku usaha rakyat di sekitar. Fasilitas transportasi ini menyediakan sebanyak 73 kursi bagi warga dengan dua koli area bagasi penyimpanan logistik pedagang lokal.

Wisnu menjelaskan bahwa barang bawaan tersebut harus memiliki ukuran maksimal 100 centimeter dikalikan 40 centimeter dikalikan 30 centimeter. Pembatasan dimensi kargo bertujuan untuk menjaga tingkat kenyamanan semua pengguna jasa transportasi massal tersebut selama masa perjalanan berlangsung.

"KAI akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi operasional berdasarkan data perjalanan dan respons pelanggan guna menjaga kualitas layanan di lintas Merak," kata Anne dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut kesiapan Balai Yasa sangat membantu peningkatan kualitas layanan publik sesuai. Ia mengungkapkan evaluasi rutin dilakukan guna memantau perkembangan efektivitas operasional serta respons pelanggan terhadap ketersediaan layanan kereta khusus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....