Sebanyak 61,22 Persen Pergerakan Penumpang KAI di Luar 10 Stasiun Terpadat
- 17 Jul 2026 23:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat sebanyak 61,22 persen pergerakan penumpang terjadi di luar sepuluh stasiun terpadat.
- Stasiun Pasar Senen menjadi stasiun teraktif dengan melayani sebanyak 3.849.606 aktivitas naik dan turun penumpang.
- Tiga stasiun baru yang beroperasi sejak April 2026 mencatatkan pertumbuhan penumpang secara kumulatif.
RRI.CO.ID, Jakarta - Sebanyak 61,22 persen pergerakan penumpang kereta api berlangsung di luar sepuluh stasiun terpadat di Indonesia. Aktivitas tersebut mencakup pergerakan naik dan turun masyarakat di berbagai stasiun wilayah Jawa serta Sumatra.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pergerakan penumpang luar stasiun terpadat mencapai 36.560.181 perjalanan. Akumulasi volume tersebut dihitung dari total aktivitas mobilitas selama periode Januari hingga Juni tahun ini.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan data tersebut melalui laporan pada Jumat, 17 Juli 2026. Total pergerakan naik dan turun seluruh pengguna jasa transportasi tersebut secara keseluruhan mencapai 59.716.534 kali.
“Di balik 36,56 juta aktivitas naik dan turun tersebut terdapat perjalanan menuju sekolah, kampus, rumah sakit, tempat kerja, pasar, pusat pelayanan publik, destinasi wisata, serta keluarga di daerah lain. Sebaran ini memperlihatkan peran transportasi dalam memperluas kesempatan masyarakat,” kata Anne.
Ia memaparkan bahwa sepuluh stasiun dengan volume tertinggi hanya mencatat pergerakan sebesar 23.156.353 aktivitas. Stasiun Pasar Senen menempati posisi teratas dengan mencatatkan total pergerakan sebanyak 3.849.606 aktivitas penumpang.
Stasiun Gambir menyusul pada urutan kedua dengan kontribusi sebesar 3.227.508 pergerakan naik dan turun. Sementara itu, Stasiun Yogyakarta mencatat volume layanan komparatif sebanyak 3.217.240 aktivitas pelanggan kereta api.
KAI juga memperluas jangkauan layanan operasional melalui tiga stasiun baru mulai April tahun ini. Ketiga prasarana tersebut meliputi Stasiun Comal, Stasiun Plabuan, serta Stasiun Rajapolah di wilayah operasionalnya.
Anne menjelaskan peningkatan jumlah pergerakan kumulatif pada tiga stasiun baru tersebut selama tiga bulan. Ketiganya melayani sebanyak 13.338 pergerakan penumpang sejak awal pembukaan pelayanan rute perjalanan kereta api.
“Perkembangan Comal, Plabuan, dan Rajapolah menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan mulai terlihat ketika pelayanan naik dan turun tersedia. Setiap angka menggambarkan masyarakat yang memperoleh pilihan baru untuk menjangkau kegiatan dan layanan di daerah lain,” kata Anne.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya memaparkan relevansi pemerataan akses layanan transportasi massal. Kemudahan bepergian dapat mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan peluang pertumbuhan ekonomi daerah.
“Pemerataan transportasi pada akhirnya membuka pemerataan kesempatan. Ketika perjalanan semakin mudah direncanakan, masyarakat memiliki ruang yang lebih luas untuk belajar, menjaga kesehatan, bekerja, berdagang, dan meningkatkan kualitas hidup,” kata Wisnu Pramudya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....