KCI Gunakan PMN Rp1,8 Triliun untuk Bayar Belasan Kereta Baru

  • 26 Jan 2026 21:37 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) segera menggunakan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp1,8 triliun untuk pembelian armada kereta baru. Pembayaran ini dilakukan untuk memesan belasan rangkaian kereta buatan industri dalam negeri guna menggantikan armada tua perusahaan.

Direktur Utama KCI Mochamad Purnomosidi menjelaskan rencana realisasi dana negara tersebut kepada wartawan di Jakarta pada Senin, 26 Januari 2026. Penggunaan anggaran negara ini difokuskan pada penggantian kereta lintas yang telah memasuki usia pakai yang sangat tua.

"Jadi Mbak 1,8 ini adalah PMN yang diberikan ke KAI dalam rangka untuk membayar KRL-KRL baru itu. Jadi karena 12 kereta itu, 12 'train set' dari INKA akan datang, otomatis begitu datang BAST akan kita lakukan pembayaran," ujar Mochamad Purnomosidi di Kantor Pusat KCI Juanda, Jakarta.

Manajemen perusahaan kini tengah mengajukan rencana penambahan 30 rangkaian lagi dengan nilai anggaran mencapai lima triliun rupiah. Langkah pembaruan armada ini mendesak karena banyak kereta eks Jepang yang beroperasi sudah berumur hingga 40 tahun.

"Saat ini kita sedang mengajukan kelengkapan administrasi dan kita menunggu arahan, apakah itu nanti bentuknya PMN atau seperti apa mekanisme keuangan. Karena sampai hari ini kita belum mendapatkan arahan terkait dengan bagaimana metode nanti mentransaksikan yang Rp5 triliun ini," kata Mochamad Purnomosidi.

KCI juga fokus melakukan perluasan layanan operasional stasiun baru khususnya untuk melayani penumpang di wilayah sekitar Jabodetabek. Stasiun Jatake dijadwalkan beroperasi penuh melayani naik turun penumpang mulai akhir bulan Januari tahun 2026.

"Jadi insaallah kalau Rabu nanti memang 'fix' akan dioperasikan Jatake, kita siap untuk mengoperasikan Stasiun Jatake. 'Signage' sudah selesai, 'ticketing' sudah, petugas juga sudah. Kemudian, kelengkapan administrasi seperti daftar waktu, kelengkapan masinis sudah kita siapkan semua," ucapnya.

Pengembangan jaringan juga menyasar wilayah Jawa Timur lewat perpanjangan rute layanan kereta komuter lokal Surabaya menuju daerah Pasuruan. Layanan kereta lokal tersebut rencananya akan diperpanjang jangkauannya hingga Probolinggo mulai awal Maret.

"Kemudian ada Supas Surabaya-Pasuruan yang sebentar lagi per 1 Maret akan kita perpanjang ke Probolinggo, Supaspro. Kemarin kita ketemu Pak Walikota Probolinggo, jadi dikasih nama nanti Supaspro: Surabaya, Pasuruan, Probolinggo," ujar Mochamad Purnomosidi.

Operator kereta perkotaan ini telah menerapkan teknologi kamera pengenal wajah untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di area stasiun. Sistem canggih tersebut dapat merekam dan mendeteksi pelaku kriminalitas termasuk pelaku kasus pelecehan seksual yang berada di stasiun.

"Kita sudah memasang CCTV analitik. CCTV analitik ini yang akan merekam wajah dari terduga pelaku yang melakukan tindakan kriminalitas, termasuk kekerasan seksual, dan itu akan di-'blacklist'," kata Public Relations Manager KCI, Leza Arlan.

Rekomendasi Berita