Menko Perekonomian Akui Implementasi Program B50 Mulur
- 13 Jan 2026 21:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Rencana implementasi Biodisel atau B50 awal tahun ini dipastikan mundur dari jadwal. Program ini seharusnya mulai diimplementasikan awal tahun ini, tapi pemerintah memutuskan untuk tetap menerapkan B40.
B40 adalah kebijakan mencampur 40 persen minyak nabati berbasis sawit dengan 60 persen minyak solar. Sedangkan B50, campuran minyak sawitnya menjadi 50 persen.
“Jadi tahun ini sesuai arahan Bapak Presiden (Prabowo Subianto) tetap menerapkan B40. Untuk B50 kajian harus dilakukan terus menerus,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di sela-sela kegiatan Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Baca Juga:
Awal Pekan, Rupiah Terus Melemah terhadap Dolar AS
IHSG Ditutup Naik Meski Perdagangan Fluktuatif
Pemerintah, lanjut Menko Airlangga, juga memantau perbedaan harga bahan bakar minyak mentah dan harga minyak sawit. “Dari perbedaan harga itu akan dilihat delta-nya berapa,” ujarnya.
Tetapi kajian mengenai B50 tetap diteruskan, termasuk uji coba untuk otomotif juga dilanjutkan. “Jadi kita tergantung dengan dinamika harga,” ucapnya.
Implementasi B50 akan disiapkan untuk semester II 2026. “Jadi, meski sekarang tetap B40, kita siap untuk B50,” kata Menko lagi.
Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, kebijakan B40 berhasil menurunkan impor solar. Sehingga terjadi penghematan devisa hingga 130,21 triliun di tahun 2025.
“Impor solar kita di tahun 2024 kurang lebih 8,3 juta ton, dan tahun 2025 menurun menjadi kurang lebih 5 juta ton. Ini akibat dari program biodiesel kita, B40,” ujar Bahlil.
Selain mengurangi ketergantungan impor solar, biodiesel menjadi bahan bakar alternatif selain bahan bakar fosil. Pemanfaatan biofuel juga dapat mengurangi efek rumah kaca, sehingga mendukung upaya Indonesia untuk mengurangi emisi karbon.
Secara ekonomi, biodiesel berbasis minyak sawit dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit dan membuka lapangan kerja. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....