Wamendag Dorong Kerja Sama Wirausaha Perempuan Indonesia-Pakistan
- 12 Jan 2026 12:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Karachi: Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti menyampaikan pentingnya kerja sama kewirausahaan perempuan antara pemerintah Indonesia dan Pakistan. Ia menilai, kolaborasi tersebut akan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi inklusif jangka panjang kedua negara.
Roro menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Ibu Negara Pakistan dalam mendorong pemberdayaan perempuan nasional. Ia menyebut, kewirausahaan perempuan sebagai pilar strategis penguatan hubungan ekonomi bilateral.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen kuat Ibu Negara Pakistan di bidang pemberdayaan perempuan. Saya juga berpandangan pemberdayaan perempuan melalui pendidikan, peluang ekonomi, dan peran kepemimpinan penting bagi pertumbuhan nasional yang inklusif,” ujar Roro dalam keterangan persnya usai melakukan pertemuan dengan Ibu Negara Republik Islam Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari di Karachi, Sabtu (10/1/2026).
Pemerintah Indonesia, lanjutnya, melihat kerja sama tersebut berpotensi diperluas melalui pengembangan keterampilan dan dialog kebijakan perdagangan. Roro menilai pertukaran praktik terbaik dapat memperkuat kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia Pakistan.
“Untuk itu, akan sangat baik jika dimungkinkan adanya kerja sama dengan Pakistan untuk mendukung kewirausahaan perempuan. Peluang kerja sama tersebut diharapkan dapat meliputi program pengembangan keterampilan, peningkatan kapasitas, dan dialog kebijakan perdagangan,” kata Roro.
Ia mengatakan, Kementerian Perdagangan mendorong perdagangan inklusif guna meningkatkan partisipasi perempuan dalam aktivitas ekonomi nasional. Kebijakan tersebut diarahkan memperluas akses pasar dan peran perempuan dalam perumusan kebijakan perdagangan.
“Kementerian Perdagangan RI juga mendorong upaya pemberdayaan perempuan melalui kebijakan perdagangan inklusif. Kami optimistis perempuan dapat memiliki akses terhadap pasar dan peluang ekonomi yang lebih baik,” ucap Roro.
Roro menekankan peran strategis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) perempuan dalam struktur perekonomian Indonesia saat ini. Pemerintah menilai kontribusi tersebut memperkuat relevansi kerja sama kewirausahaan lintas negara.
“Indonesia pada 2025 tercatat memiliki 65,5 juta UMKM. Sebanyak 64,5 persen di antaranya merupakan pelaku UMKM perempuan,” ujar Roro.
Sementara itu, Ibu Negara Republik Islam Pakistan, Aseefa Bhutto Zardari menyampaikan pandangan sejalan terkait peran perempuan. Ia menilai, pemberdayaan perempuan berdampak langsung pada ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Zardari menjelaskan pengalamannya menangani dampak banjir besar Sindh 2022 melalui pendekatan berbasis perempuan. Program tersebut memperkuat keamanan ekonomi dan martabat sosial keluarga terdampak.
Pertemuan tersebut juga membahas penguatan kerja sama ekonomi Indonesia Pakistan secara menyeluruh. Pemerintah Indonesia menegaskan pemberdayaan sosial berjalan seiring penguatan kemitraan perdagangan.
Roro menyampaikan pembentukan Joint Trade Committee (JTC) sebagai instrumen penguatan hubungan dagang bilateral. Pemerintah menilai JTC menjadi langkah strategis menuju target Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) 2027.
Pertemuan ini juga menegaskan komitmen kedua negara memperluas kerja sama lintas sektor. Indonesia dan Pakistan menyatukan agenda ekonomi, sosial, dan pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....