Pelindo Multi Terminal Percepat Terminalisasi Pelabuhan
- 30 Des 2025 18:42 WIB
- Medan
KBRN, Medan: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus mempercepat transformasi pengelolaan pelabuhan nonpetikemas di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah program terminalisasi, yakni pengembangan terminal dengan fungsi layanan yang lebih spesifik sesuai jenis muatan.
Terminalisasi dilakukan dengan mengubah fasilitas pelabuhan yang sebelumnya bersifat multipurpose menjadi terminal dedicated, seperti terminal curah cair, curah kering, kendaraan, maupun RoRo. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas operasional sekaligus menjawab kebutuhan industri yang menuntut layanan pelabuhan yang cepat, aman, dan andal.
Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, mengatakan terminalisasi menjadi bagian penting dari agenda transformasi perusahaan. Menurutnya, pendekatan layanan yang lebih khusus memungkinkan pelabuhan beroperasi dengan standar yang lebih tinggi dan konsisten.
“Layanan-layanan tertentu membutuhkan tingkat keandalan dan kontrol yang tinggi. Dengan terminalisasi, kami bisa memastikan kualitas layanan sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pelabuhan,” ujarnya kepada rri.co.id pada Senin(29/12/2025).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah pengesahan operasional dari otoritas pelabuhan. Pada November 2025, Pelindo Multi Terminal memperoleh Surat Keputusan Pengoperasian Fasilitas Pelabuhan untuk beberapa terminal, di antaranya Terminal Curah Cair 3 dan Terminal Curah Kering di Terminal MTP01 Branch Bumiharjo Bagendang yang diterbitkan KSOP Kelas IV Kumai. Selain itu, pengesahan juga diberikan untuk Terminal Curah Kering Mooring Buoy Bosowa dan Mooring Buoy Indocement Branch Lembar oleh KSOP Kelas III Lembar.
Hingga saat ini, Pelindo Multi Terminal Group telah mengembangkan terminalisasi di 44 terminal yang tersebar di 14 cabang, mulai dari Belawan, Dumai, Bengkulu, hingga Makassar. Pengembangan tersebut mencakup terminal curah cair, curah kering, serta terminal kendaraan.
Dampak dari penerapan terminalisasi juga tercermin pada kinerja operasional pelabuhan. Hingga November 2025, rata-rata produktivitas bongkar muat tercatat meningkat sebesar 21,52 persen, diikuti dengan percepatan waktu sandar kapal atau port stay sebesar 21,28 persen.
Pelindo Multi Terminal menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa transformasi pelabuhan melalui terminalisasi tidak hanya meningkatkan kinerja internal, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pengguna jasa dan mendukung kelancaran logistik nasional.
“Ke depan, kami akan terus membangun ekosistem pelabuhan yang lebih modern dan produktif, sejalan dengan peran strategis pelabuhan dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi,”tutup Arif.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....