Pertumbuhan Ekonomi Triwulan III Tertahan di 5,04 Persen

  • 05 Nov 2025 15:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III-2025 sebesar 5,04 persen secara tahunan. Pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan capaian triwulan II-2025 yang tercatat sebesar 5,12 persen secara tahunan.

"Sedangkan secara triwulanan (q-to-q) pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga tahun ini, sebesar 1,43 persen. Sesuai pola musiman tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan triwulan ketiga selalu lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya, " kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu (5/11/2025).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi kuartal III, ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik dan permintaan luar negeri. Salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga yang masih terjaga.

Selain itu juga ditopang oleh laju inflasi yang terkendali, tumbuhnya transaksi perdagangan daring. Bahkan, nilai transaksi elektronik yang meningkat.

Konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen secara tahunan pada triwulan III-2025. Pertumbuhannya melambat dibandingkan triwulan III-2024 yang sebesar 4,91 persen.

Pendorong pertumbuhan ekonomi lainnya adalah investasi yang tumbuh 5,04 persen. Pertumbuhannya juga melambat dibandingkan triwulan III tahun sebelumnya yang mencapai 5,16 persen.

Sedangkan ekspor tumbuh 9,91 persen secara tahunan di triwulan III. Pertumbuhannya naik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang tumbuh 8,79 persen.

"Sementara itu, dari sisi produksi penyumbang utama pertumbuhan ekonomi triwulan III yang terbesar dari sektor industri pengolahan. Selain itu dari sektor perdagangan, informasi dan komunikasi serta pertanian, seiring meningkatnya permintaan domestik dan luar negeri," ujar Edy.

Industri pengolahan memberikan kontribusi pertumbuhan 1,13 persen pada triwulan III-2025. Perdagangan berkontribusi 0,72 persen, Infokom 0,63 persen dan pertanian 0,61 persen.

Selain Indonesia, negara lainnya juga mengalami pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan perdagangan internasional. Vietnam misalnya, tumbuh 8,2 persen, Tiongkok 4,8 persen, Malaysia 5,2 persen dan Singapura 2,9 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....