Simak Perbedaan Emas Antam, Pegadaian dan UBS

  • 15 Jul 2025 07:46 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari: Investasi emas masih menjadi pilihan populer bagi masyarakat Indonesia, terutama di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Emas dinilai lebih stabil dan mudah dicairkan. Namun, banyak calon investor yang masih bingung dalam memilih jenis emas yang hendak dibeli.

Tiga merek yang paling umum di pasaran adalah emas Antam, Pegadaian, dan UBS. Meski sama-sama emas batangan, ketiganya memiliki karakteristik yang berbeda.

Perbedaan utama dari ketiga jenis emas ini terletak pada produsen dan jenis sertifikat yang menyertainya. Emas Antam diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk dan dikenal luas karena sertifikatnya yang terintegrasi langsung dalam batang emas (sertifikat berbasis LM).

UBS diproduksi oleh PT Untung Bersama Sejahtera, sementara Pegadaian biasanya menjual emas dari dua produsen tersebut dengan kemasan dan branding tersendiri. Keaslian dan standar kadar emas tetap sama, yaitu 99,99% atau 24 karat.

Menurut Rina Yuliana, analis logam mulia dari IndoGold, sertifikasi emas berpengaruh pada nilai jual kembali.

“Emas Antam cenderung lebih mudah dijual kembali karena lebih dikenal luas dan memiliki sertifikat yang sudah terintegrasi. UBS dan Pegadaian juga bagus, tetapi bisa sedikit berbeda dari sisi likuiditas dan penerimaan pasar,” jelasnya dalam seminar investasi emas yang diselenggarakan di Jakarta, Mei lalu.

Dari segi harga, emas Antam umumnya sedikit lebih mahal dibanding UBS karena faktor merek dan permintaan yang tinggi. Emas Pegadaian biasanya mengikuti harga Antam atau UBS, tergantung produsen yang digunakan. Untuk likuiditas, ketiganya cukup mudah dijual kembali, terutama jika dibeli dari lembaga resmi. Namun, penting bagi investor untuk menyimpan sertifikat dengan baik agar harga jual tidak turun.

Perencana keuangan dari Finansialku, Melvin Mumpuni, menyarankan agar investor memilih emas sesuai tujuan dan kemudahan akses.

“Jika tujuannya untuk jangka panjang, emas Antam bisa jadi pilihan utama. Tapi kalau ingin fleksibel dan lebih terjangkau dari sisi harga, UBS dan Pegadaian juga sangat layak dipertimbangkan,” ujar Melvin saat dihubungi dalam program podcast Finansial Update, Juni 2025.

Dalam memilih emas, investor perlu mempertimbangkan faktor merek, harga beli, kemudahan menjual kembali, serta reputasi tempat pembelian. Ketiga jenis emas tersebut memiliki keunggulan masing-masing dan tetap merupakan pilihan investasi aman jika dibeli dari sumber terpercaya. Pemahaman terhadap perbedaan ini akan membantu masyarakat lebih bijak dalam berinvestasi logam mulia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....