Kadin DKI: Daya Beli Masyarakat 2025 Makin Turun
- 04 Jun 2025 09:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Diana Dewi mencatat daya beli masyarakat pada awal 2025 menurun dibanding sepanjang 2024. Hal ini akhirnya, kata dia, memukul sektor usaha, terutama UMKM.
Sinyal turunnya daya beli masyarakat, kata dia, bisa terlihat dari perekonomian Indonesia pada kuartal I 2025 yang tumbuh di bawah 5 persen. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik menghitung, selama tiga bulan perdana 2025 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya sebesar 4,87 persen.
Sementara itu, pada kuartal pertama 2025, konsumsi hanya meningkat sebesar 4,89 persen secara tahunan. Jauh lebih rendah daripada tahun lalu.
"Melihat data BPS tersebut bisa disimpulkan turunnya belanja masyarakat yang disebabkan berbagai hal. Selain pengaruh ekonomi global, masih berlangsungnya gelombang PHK, dan kecendrungan kelas menengah menahan konsumsi mereka menjadi penyebab turunya belanja masyarakat," katanya dalam perbincangan dengan RRI Pro 3, Selasa (4/6/2025).
"Karena itu, kami berharap ada upaya jangka panjang dari pemerintah untuk meningkatkan daya berli masyarakat tersebut. Lima paket stimulus ekonomi yang hanya periode Juni-Juli 2025 kemungkina hanya berdampak singkat."
Pengaruhnya terhadap daya beli masyarakat, kata Diana, juga masih menjadi tanya tanya. Diana ragu paket stimulus ekonomi tersebut dapat mendorong masyarakat berbelanja.
Diana menduga, para pekerja yang mendapatkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tidak membelanjakan uangnya, tapi menabungnya. "Kelas menengah saat in saja juga lebih memilih menabung gaji mereka dan mengerem pengeluaran untuk antisipasi kondisi ekonomi yang belum menentu," ujarnya.
"Kadin dan para pengusaha dari sektor UMKM juga tak bisa berbuat banyak mendorong masyarakat agar berbelanja. Misalnya, kami tidak mungkin memberikan diskon barang untuk memancing masyarakat berbelanja."
Hal itu, sambung Diana, tidak mungkin bisa dilakukan mengingat biaya produksi saja sudah tinggi. Harapannya, kata dia, bantuan stimulus ekonomi pemerintah Juni-Juli bisa membuat masyarakat belanja dan jangan ditabung uangnya.
Pemerintah menggelontorkan lima paket stimulus ekonomi senilai Rp 24,4 triliun. Anggaran tersebut bersumber dari APBN senilai Rp 23,59 triliun dan non-APBN senilai Rp 0,85 triliun. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan hal tersebut usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, 2 Juni 2025.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....