Kementerian UMKM Kembangkan Ekosistem Pasar Tradisional Melalui Digitalisasi
- 28 Mei 2025 07:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Kementerian UMKM bekerja sama dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) dan platform MPStore meluncurkan program Digitalisasi Pasar Tradisional. Program ini Berbasis Artificial Intelegent (AI) sebagai tanda implementasi program digitalisasi UMKM bagi pedagang pasar tradisional.
Menteri UMKM, Maman Abdurahman menyatakan, selama ini pasar tradisional selalu diidentikkan dengan tempat jual beli yang kumuh dan minim sentuhan teknologi. Sehingga, transaksi yang dilakukan antara pedagang dan pembeli masih tradisional dengan uang.
"Diperlukan terobosan dengan optimalisasi teknologi digital dalam transaksi jual beli di pasar tradisional. Dengan cara tersebut diharapkan transaksi di pasar tradisional akan meningkat di tengah isu pelemahan daya beli masyarakat," kata Maman, Rabu (28/5/2025).
Melalui program ini, transaksi jual beli di pasar tradisional dapat dilakukan dengan cara cashless atau nontunai, sehingga memudahkan para pembeli. Karena pasar tradisional menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang memiliki peran penting dalam perekonomian negara.
Ia juga menegaskan, tidak meminta para pedagang di pasar untuk meninggalkan pola bertransaksi secara tradisional. Tetapi justru dengan menambah pola jualannya dengan memanfaatkan platform digital.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jumlah pasar tradisional di Indonesia diperkirakan sekitar 17.443 unit pada tahun 2024. Dengan masuk ke ekosistem digital, para pedagang pasar tradisional diharapkan omzet hariannya akan meningkat dua kali lipat.
"Kami akan lakukan pendidikan digitalisasi ini kepada pedagang pasar lainnya di enam provinsi. Mudah-mudahan ke depan bisa diperluas ke provinsi lain di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat bagi UMKM khususnya para pedagang pasar," ujar Maman.
Maman berharap ke depan para pedagang pasar tradisional dapat menyesuaikan diri dan terlibat langsung di dalam ruang digital. Agar bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan efektif dan efisien serta daya saingnya meningkat.
"Hal ini menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya meningkatkan pendapatan. Namun juga membuka peluang pekerjaan baru," kata Maman.
Ketua Umum IKAPPI, Abdullah Mansuri, mengapresiasi komitmen Kementerian UMKM yang mulai memperhatikan nasib para pedagang pasar tradisional. Diakui bahwa saat ini pelemahan daya beli masyarakat mengakibatkan omzet dari para pedagang di pasar tradisional turun hingga 50 persen.
Menurutnya, inisiatif Kementerian UMKM mengintegrasikan ekosistem digital dengan melibatkan para pedagang pasar menjadi salah satu solusi yang konstruktif. Ke depan IKAPPI dengan pemerintah melalui Kementerian UMKM untuk menggalakkan digitalisasi dalam setiap transaksi.
"Kita siap untuk membangkitkan kembali pasar tradisional. Kita akan siapkan digitalisasi dan dengan cara-cara lainnya karena ini menjadi bagian dari ikhtiar kita semua agar pasar kembali ramai," ujar Abdullah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....