Januari 2025 Terjadi Deflasi, Ditopang Diskon Tarif Listrik
- 03 Feb 2025 12:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi kecenderungan penurunan harga di bulan Januari 2025. Ini tercermin dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang menurun dari 106,80 pada Desember 2024 menjadi 105,99 pada Januari 2025.
"Sehingga pada Januari 2025 terjadi deflasi sebesar 0,76 persen. Berbeda dengan bulan sebelumnya dan bulan yang sama tahun 2024 yang mengalami inflasi," kata Pelaksana Tugas Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti dalam keterangan pers perkembangan inflasi di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Impor, Rupiah Anjlok ke 16.400-an
Baca Juga: Trump Naikkan Tarif Impor, IHSG Ikut Tertekan
Pada Desember 2024, BPS mencatat terjadi inflasi 0,44 persen. Sedangkan pada Januari 2024 terjadi inflasi 0,04 persen.
Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar deflasi adalah Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga. "Kelompok ini mengalami deflasi 9,16 persen dengan andil deflasi 1,44 persen," ucap Amalia.
Secara khusus, BPS mencatat tarif listrik menjadi penyumbang utama deflasi pada Januari 2025. Tingkat deflasi nya sebesar 32,03 persen dengan andil deflasi 1,47 persen.
"Deflasi terjadi karena adanya diskon tarif listrik 50 persen. Diskon tersebut diberikan untuk pelanggan dengan daya listrik hingga 2.200 Volt Ampere di bulan Januari 2025," ujar Amalia.
Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau masih mengalami inflasi 1,94 persen dengan andil inflasi 0,56 persen. Inflasi kelompok ini didorong oleh kenaikan harga komoditas cabe rawit dan cabe merah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....