Hilirisasi Udang hingga Beras Perkuat Ekspor Nasional

  • 20 Nov 2024 18:49 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya: Udang, rumput laut, TTC (Tuna, Tongkol, Cakalang), dan beras perlu mendapat perhatian serius untuk hilirisasi. Permintaan tinggi di pasar ekspor menjadi alasan pentingnya meningkatkan kinerja keempat komoditas ini.

Direktur Eksekutif ITAPS, Prof. Dr. Sahara, menegaskan pentingnya hilirisasi saat Diseminasi Hasil Kajian Hilirisasi Pertanian Jawa 2024. Acara tersebut digelar di Surabaya, Rabu (20/11/2024), dengan fokus pengembangan sektor pertanian.

"Udang, rumput laut, TTC, dan beras ada di kuadran satu. Kepentingannya tinggi, tapi kinerjanya perlu ditingkatkan," ujar Prof. Sahara. Komoditas ini dinilai strategis karena potensi ekspor besar namun belum maksimal.

Ia juga mengidentifikasi bawang merah, cabai, dan perikanan air tawar berada di kuadran dua. "Komoditas ini penting untuk hilirisasi, dan kinerjanya sudah cukup tinggi," tambahnya.

Kegiatan diseminasi ini diinisiasi oleh Bank Indonesia Jawa Timur dengan menghadirkan berbagai pakar ekonomi. Selain Prof. Sahara, hadir pula Mohammad Subehan, Dr. Santoso, dan Maximilan T. Tutuarima sebagai narasumber utama.

Diseminasi kali ini mengusung tema "Strategi Hilirisasi Pertanian untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Ketahanan Pangan Jawa". Tema tersebut dipilih untuk memperkuat kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian daerah.

Menurut Prof. Sahara, hilirisasi dapat menciptakan nilai tambah besar bagi petani dan pelaku usaha agribisnis. "Kuncinya ada di pengolahan hasil produksi yang sesuai dengan permintaan pasar global," tegasnya.

Selain mendukung ekspor, strategi hilirisasi juga dianggap vital dalam memperkuat ketahanan pangan domestik. Para pakar menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, swasta, dan pelaku usaha pertanian.

Hilirisasi juga menjadi langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di Jawa. Bank Indonesia Jawa Timur berharap hasil diseminasi dapat diterapkan dalam kebijakan daerah.

"Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan daya saing produk Jawa di pasar global," jelas salah satu pakar. Komitmen bersama ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi regional secara optimal.

Dengan pengelolaan komoditas unggulan yang terarah, hilirisasi dapat membuka peluang investasi besar. Selain itu, langkah ini juga menjadi solusi jangka panjang untuk stabilitas ekonomi dan pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....