Gen-Z Diajarkan Investasi dan Perkuat Literasi Keuangan

  • 15 Nov 2024 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan indeks literasi keuangan Gen-Z menjadi yang terendah dalam skala nasional. Berdasarkan riset IDN yang bernama Research Institute pada 2019, alokasi tabungan dari pendapatan pada Gen-Z hanya 10,17 persen.

Mencermati hal tersebut, platform literasi investasi Tumbuh Makna bekerja sama dengan Universitas Serang Raya mengadakan webinar bersama mahasiswa. Webinar tersebut bertemakan “Financial Cerdas Gen-Z: Strategi Kelola Dana dan melek Digital Menuju Masa Depan Sejahtera”.

Karena menurutnya, kebanyakan dari Gen-Z minim pengetahuan tentang investasi. Co-Founder Tumbuh Makna, Benny Sufami memberikan sejumlah tips penting agar Gen-Z dapat mengelola keuangan dengan benar.

“Keberhasilan finansial melalui kebiasaan yang dibentuk secara konsisten, seperti menabung, mengelola pengeluaran, dan merencanakan keuangan dengan disiplin. Kebiasaan yang sehat akan menjadi fondasi kuat bagi kestabilan keuangan di masa mendatang,” ujar Benny, Jumat (15/11/2024).

Benny menekankan, memiliki anggaran atau budgeting yang jelas adalah kunci menuju kebebasan finansial, sekaligus pemahaman terhadap investasi. Ia mencatat banyak investor muda yang sering kali mengalami kerugian karena terjebak dalam tren investasi.

Benny mengingatkan bahwa setiap individu memiliki toleransi risiko yang berbeda. Sehingga penting untuk menyesuaikan jenis investasi dengan profil risiko masing-masing agar terhindar dari kerugian besar.

Menurutnya, pemahaman risiko sebelum berinvestasi adalah hal krusial agar keputusan yang diambil lebih cerdas dan minim risiko. “Pastikan Gen-Z memahami dengan jelas apa saja risiko yang terlibat,” ucap Benny.

Sementara, Direktur Utama PT. Persero Batam Arham S Torik menjelaskan tentang salah satu prinsip dasar dalam pengelolaan keuangan. Ia salah satu caranya yakni dengan cara menjaga pengeluaran agar tidak melebihi pemasukan.

"Mereka harus membuat anggaran yang sesuai dengan gaya hidup. Perencanaan ini penting, khususnya untuk Gen-Z, karena hari ini kamu kerjakan," ujarnya.

Arham juga menggarisbawahi pentingnya bagi Gen-Z untuk menetapkan anggaran yang realistis, yang mencerminkan kebutuhan mereka secara jujur. "Banyak dari Gen-Z mungkin belum memiliki perencanaan yang matang," ucapnya.

Menurutnya, strategi perencanaan keuangan adalah upaya melakukan perencanaan masa depan, termasuk membangun dana darurat secara terukur dan realistis. Ia mengatakan bahwa perencanaan adalah kunci dari semuanya sehingga harus dibuat dengan baik dan benar sesuai kebutuhan.

“Dana darurat ini penting sebagai perlindungan dari risiko tak terduga. Buat rekening terpisah untuk dana darurat, agar dana ini tidak tercampur dan sulit nantinya diakses,” ujarnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....