Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit Menjadi Biogas
- 30 Sep 2026 18:45 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Limbah cair dari pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent) mengandung bahan organik pekat yang berpotensi mencemari lingkungan. Pengolahan limbah ini menggunakan tangki anaerobik tertutup dapat menghasilkan gas metana yang kaya energi.
Proses penguraian bahan organik oleh bakteri anaerob mengubah limbah berbahaya menjadi sumber energi listrik mandiri bagi pabrik. Langkah ini sekaligus menekan pelepasan gas rumah kaca secara signifikan ke atmosfer terbuka.
Pengukuran tingkat keasaman dan produksi gas dilakukan harian untuk memantau aktivitas bakteri di dalam digester. Data ini digunakan untuk menentukan laju pengumpanan limbah cair agar proses fermentasi tetap berjalan stabil.
Analisis efektivitas pengolahan limbah sawit ini dipublikasikan oleh Bagus Prasetyo dalam penelitian ilmiah berjudul Potensi Biogas Dari Pengolahan Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit yang terbit pada tahun 2019. Peneliti melaporkan bahwa konversi limbah cair sawit mampu menghasilkan gas metana dengan kualitas pembakaran yang sangat baik.
| Baca juga: Pemanfaatan Tepung Biji Nangka untuk Kue |
Selain volume gas, konsentrasi bahan organik terlarut di dalam air limbah juga berkurang secara drastis setelah proses fermentasi. Air olahan dari tangki anaerobik menjadi lebih aman sebelum dialirkan ke kolam stabilisasi lanjutan.
Kajian teknis efisiensi penurunan pencemar ini diteliti oleh Slamet Riyadi dalam karya ilmiah berjudul Analisis Penurunan Kadar Organik Limbah Sawit Pada Tangki Anaerobik yang terbit pada tahun 2021. Penelitian menyimpulkan bahwa tingkat penguraian bahan organik mencapai lebih dari 80%.
Pemanfaatan limbah cair sawit menjadi biogas menciptakan sistem produksi minyak kelapa sawit yang lebih bersih dan efisien. Kemandirian energi dari limbah ini meningkatkan daya saing industri kelapa sawit nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....