Pengolahan Limbah Kulit Pisang Menjadi Bioetanol
- 30 Sep 2026 18:49 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Limbah kulit pisang mengandung pati dan selulosa yang cukup tinggi untuk dikonversi menjadi bahan bakar hayati bioetanol. Pemanfaatan limbah buah ini menjadi solusi alternatif dalam penyediaan energi terbarukan pengganti bahan bakar fosil.
Proses pembuatan bioetanol diawali dengan hidrolisis asam untuk mengubah karbohidrat kompleks menjadi gula sederhana. Selanjutnya, cairan gula tersebut difermentasi menggunakan ragi agar menghasilkan kandungan alkohol yang dapat dimurnikan.
| Baca juga: Pengolahan Limbah Cair Tahu Menjadi Biogas |
Pengukuran kadar alkohol dan efisiensi konversi dilakukan setelah proses distilasi selesai dikerjakan di laboratorium. Evaluasi teknis ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi bioetanol yang memenuhi standar bahan bakar uji.
Hasil penelitian efisiensi fermentasi kulit pisang ini ditulis oleh Hendra Gunawan dalam penelitian ilmiah berjudul Konversi Limbah Kulit Pisang Menjadi Bioetanol Melalui Proses Fermentasi yang terbit pada tahun 2019. Peneliti mencatat bahwa waktu fermentasi selama lima hari menghasilkan kadar bioetanol paling optimal.
Selain durasi waktu, konsentrasi ragi yang ditambahkan ke dalam larutan gula juga sangat memengaruhi laju pembentukan alkohol. Pemberian ragi yang presisi mencegah pembentukan senyawa sampingan yang dapat menurunkan mutu bioetanol.
Kajian mengenai optimasi dosis ragi ini dipaparkan oleh Fitriani Utami dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Konsentrasi Ragi Terhadap Rendemen Bioetanol Kulit Pisang yang terbit pada tahun 2021. Penelitian menyimpulkan bahwa dosis ragi sebesar 10% memberikan hasil rendemen alkohol paling tinggi.
Inovasi konversi limbah kulit pisang menjadi energi terbarukan ini dapat membantu menekan volume sampah organik di pasar tradisional. Usaha pengolahan bioetanol skala kecil sangat prospektif dikembangkan di kawasan pedesaan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....