Olah Limbah Sengon Jadi Briket Energi Biomassa Bernilai Ekonomi
- 30 Sep 2026 06:52 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Limbah penggergajian kayu sengon yang melimpah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi bahan bakar padat alternatif. Pengolahan serbuk kayu menjadi briket membantu mengurangi penumpukan limbah padat di sekitar kawasan industri perkayuan.
Proses pengeringan serbuk kayu sebelum dipres sangat menentukan nilai kalor dan tingkat kemudahan pembakaran briket. Kadar air yang rendah akan menghasilkan pembakaran yang lebih bersih dengan asap minim secara konstan.
| Baca juga: Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Biobriket |
Pengujian karakteristik fisik dan kimia briket kayu dilakukan dengan mengukur kerapatan, kadar abu, serta daya tahan tekan. Penilaian ini bertujuan untuk memastikan briket serbuk kayu memenuhi standar bahan bakar pemanas yang layak komersial.
Hasil penelitian karakteristik pembakaran briket ini ditulis oleh Dian Prasetyo dalam jurnal ilmiah berjudul Uji Karakteristik Briket Serbuk Kayu Sengon Dengan Perekat Tapioka yang terbit pada tahun 2019. Peneliti mencatat bahwa nilai kalor briket tersebut mencapai 4.500 kalori per gram.
Jenis perekat dan konsentrasinya juga memengaruhi kerapatan struktur serta ketahanan briket saat disimpan dalam jangka waktu lama. Penggunaan perekat alami seperti pati tapioka terbukti menghasilkan ikatan antar-partikel kayu yang cukup kuat.
Kajian mengenai rasio formulasi perekat ini diteliti oleh Rudi Hartono dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Konsentrasi Perekat Terhadap Kerapatan Briket Kayu yang terbit pada tahun 2021. Penelitian menyimpulkan bahwa konsentrasi perekat sebesar 10% memberikan daya tahan fisik paling optimal.
Pemanfaatan limbah kayu sengon menjadi briket memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendukung penyediaan energi bersih berbasis biomasa. Usaha pembuatan briket ini dapat dikembangkan dalam skala industri kecil maupun menengah di daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....