Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk Biobriket

  • 29 Sep 2026 23:18 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Limbah pertanian seperti tempurung kelapa dan sekam padi sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Padahal, bahan-bahan bakar organik tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biobriket ramah lingkungan.

Proses karbonisasi limbah menjadi briket mampu meningkatkan nilai kalor dan efisiensi pembakaran bahan bakar pengganti kayu ini. Inovasi ini sekaligus menjadi solusi nyata dalam mengatasi permasalahan penumpukan limbah di pedesaan.

Karakteristik pembakaran biobriket sangat dipengaruhi oleh komposisi campuran bahan dan jenis perekat yang digunakan. Pengujian laboratorium diperlukan untuk mengetahui nilai kalor serta kadar abu yang dihasilkan dari proses pembakaran.

Penelitian mengenai formulasi biobriket ini telah dipublikasikan oleh Bambang Sujipto dalam jurnal ilmiah berjudul Karakteristik Pembakaran Biobriket Campuran Tempurung Kelapa dan Sekam Padi yang terbit pada tahun 2019. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi kedua bahan tersebut mampu menghasilkan panas yang stabil dan tahan lama.

Selain komposisi bahan, tekanan pada proses pencetakan briket juga sangat memengaruhi kerapatan dan daya tahan fisik produk. Kepadatan yang optimal akan membuat briket tidak mudah pecah saat didistribusikan ke konsumen.

Kajian mengenai variabel tekanan pencetakan ini dijelaskan oleh Dwi Cahyono dalam karya ilmiah berjudul Pengaruh Tekanan Kempa Terhadap Kualitas Fisik Biobriket yang terbit pada tahun 2021. Hasil riset menyimpulkan bahwa peningkatan tekanan kempa secara signifikan meningkatkan kerapatan dan daya bakar briket.

Pengembangan industri biobriket berbasis limbah pertanian ini berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi para petani lokal. Penggunaan energi terbarukan ini juga mendukung upaya penghematan energi secara nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....