Petani Pepaya California Keluhkan Biaya Perawatan akibat Kemarau

  • 29 Sep 2026 23:22 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Petani pepaya California mengalami kerugian dan terancam gagal panen akibat kemarau panjang yang melanda. Kondisi tersebut menyebabkan banyak batang tanaman layu karena kekurangan pasokan air.

Kondisi kekeringan akibat kemarau ini memicu kerugian yang dialami petani pepaya. Selain menyebabkan banyak tanaman layu, proses perawatan selama kemarau juga mengalami lonjakan biaya, terutama untuk penyiraman.

Ujang, salah seorang petani pepaya California, di Kaur Utara, mengaku terpaksa mengeluarkan biaya lebih besar untuk perawatan tanaman dibandingkan dengan kondisi sebelum kemarau. Menurutnya, petani terpaksa melakukan penyiraman tambahan agar tanaman mendapatkan pasokan air untuk menunjang pertumbuhan.

“Umumnya besarnya pengeluaran dipicu oleh lonjakan biaya pengairan , seperti untuk pengadaan pompa, biaya bensin/solar/listrik. Apalagi jika harus lakukan pembelian air bersih,” tutur Ujang, Selasa 29 September 2026

Menurut Ujang, proses penyiraman juga membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk melakukan penyiraman ekstra, serta biaya pupuk khusus demi menjaga kelembapan tanaman. Jika tidak diantisipasi, kekurangan air yang ekstrem dapat memicu gagal panen dan kematian massal pohon pepaya.

“Penyiraman rutin pagi dan sore meningkatkan konsumsi bahan bakar secara drastis untuk menarik air ke area perakaran. Selain itu butuh tenaga pekerja untuk membantu proses penyiraman tanaman, usaha penyiraman ini sebagai upaya kita agar tidak gagal panen,” kata Ujang

Ujang menambahkan, kekurangan air membuat proses pembungaan melambat. Siklus panen yang biasanya dilakukan tiga hari sekali bisa mundur menjadi empat hari sekali, dengan volume hasil panen yang menyusut hingga 15% - 60%.

Pengeluaran petani juga bertambah akibat lonjakan biaya pupuk nutrisi. Petani terpaksa membeli pupuk daun atau suplemen kalium ekstra, seperti Kalinet atau sejenisnya, agar bunga tidak rontok meski cuaca panas ekstrem.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....