Kemarau Panjang Ganggu Aktivitas Pertanian dan Tekan Daya Beli Masyarakat di Kaur

  • 16 Sep 2026 21:06 WIB
  •  Bintuhan

RRI.CO.ID, Bintuhan - Musim kemarau panjang yang terjadi belakangan ini menyebabkan terganggunya aktivitas pertanian. Cuaca panas ekstrem dan kekurangan air membuat petani mengalami gagal panen, baik pada tanaman padi maupun hortikultura.

Dari sektor perkebunan pun, kemarau juga berpengaruh langsung terhadap penurunan produktivitas tanaman, gagal panen, serta lonjakan biaya operasional petani. Tanaman menjadi rentan layu akibat suhu tinggi dan minimnya pasokan air.

Tanah yang kering dan kehilangan kelembapan membuat tanaman tidak tumbuh subur sehingga hasil panen menurun drastis. Kondisi tersebut juga menyebabkan kualitas panen menurun, bahkan tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen.

Menurunnya penghasilan para petani akibat kemarau turut berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat. Kondisi tersebut dirasakan oleh para penjual jajanan dan kuliner di Kaur yang mengalami penurunan omzet akibat daya beli masyarakat berkurang.

Juli, salah seorang pedagang camilan di Kaur, mengaku mengalami penurunan omzet akibat kemarau panjang yang melanda. “banyak yang gagal panen, sehingga penghasilam mmasyarakt berkurang, masyarakat lebih mengutamakan beli beras dulu dari pada jajan,” kata Juli.

Sementara itu, Rozi, salah seorang masyarakat di Kota Bintuhan, menuturkan bahwa musim kemarau ini benar-benar berdampak nyata pada perekonomian masyarakat, terutama petani. Gagal panen dan terganggunya aktivitas pertanian akibat kemarau menyebabkan berkurangnya penghasilan petani.

Kondisi berkurangnya penghasilan petani akibat kemarau tersebut menyebabkan masyarakat harus lebih hemat dan penuh perhitungan dalam mengatur pengeluaran. “Ya karena penghasilan petani tak menentu saat kemarau, jadi kita harus bijak dalam lakukan pengeluaran. Kalau saya lebih mengutamakan kepentinga pokok dulu, seperti , beras sembakom dan kebutuhan pokok mlainya, jadi sedikit membatasi untuk pengeluaran yang kurang penting, “ tutur Rozi

Selain berdampak terhadap hasil panen dan pendapatan, kemarau juga membuat biaya produksi pertanian meningkat karena petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa mesin pompa air atau mencari sumber air alternatif. Di sisi lain, hasil panen yang sedikit atau rusak membuat pendapatan petani merosot, sementara berkurangnya pasokan pangan dari petani dapat mendorong kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

Berbagai kondisi tersebut memicu penurunan daya beli masyarakat karena terganggunya sektor pertanian yang menyebabkan tekanan ekonomi. Lonjakan harga pangan dan menurunnya pendapatan membuat masyarakat harus lebih selektif dalam mengatur pengeluaran, dengan mengutamakan kebutuhan pokok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....