Akibat Kemarau Panjang, Warga Kelam Tengah Alami Krisis Air Bersih
- 28 Sep 2026 22:13 WIB
- Bintuhan
RRI.CO.ID, Bintuhan - Fenomena kekeringan panjang akibat musim kemarau sedang melanda berbagai wilayah di Indonesia. Mundurnya awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia berdampak pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya krisis air bersih yang dialami masyarakat.
Krisis air bersih akibat kemarau panjang saat ini melanda berbagai wilayah di Indonesia. Kondisi tersebut dipicu oleh penurunan debit sumur, penyusutan sumber air, serta menurunnya daya dukung lingkungan dan alih fungsi lahan.
Krisis air bersih akibat kemarau juga terjadi di sejumlah wilayah yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Kaur. Salah satu wilayah yang terdampak krisis air bersih adalah Kecamatan Kelam Tengah.
Rili, warga Desa Darat Sawah, Kecamatan Kelam Tengah, mengaku mengalami kekurangan air bersih akibat sumur di rumahnya mulai menyusut dan nyaris kering. Akibat kekeringan sumur tersebut, ia terpaksa membeli air bersih, terkadang menumpang menggunakan sumur tetangga atau sumur bor milik desa yang lokasinya cukup jauh dari kediamannya.
“Akibat kemarau panjang ini air sumur kami sudah kering, cukup repot jadinya. Terpaksa menumpang sama tetangga untuk keperluan sehari hari, dan kadang terpaksa beli air bersih untuk keperluan makan dan minum,” tutur Rili, Senin 28 september 2026.
Sementara untuk keperluan mandi dan mencuci, menurut Rili, warga Desa Darat Sawah mulai menggali sumur di sekitar aliran Sungai Kelam. Hal itu dilakukan karena untuk memanfaatkan air Sungai Kelam secara langsung, sudah tidak layak dimanfaatkan, selain alirannya kecil, kondisi air juga sangat kotor akibat banyak masyarakat yang membuang sampah ke sungai.
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama musim kemarau. Kekeringan yang berkepanjangan pun semakin menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air bersih untuk kebutuhan rumah tangga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....